Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ratusan Ribu Wisatawan Serbu Gunungkidul, Empat Hari Libur Lebaran PAD Hampir Rp 2 M, Kemacetan di Simpang Tiga Drini Capai 3 Km

Yusuf Bastiar • Selasa, 24 Maret 2026 | 19:15 WIB

 

JADI JUJUKAN: Wisatawan terlihat sedang memadati area Pantai Drini pada Senin sore (23/3).
JADI JUJUKAN: Wisatawan terlihat sedang memadati area Pantai Drini pada Senin sore (23/3).

GUNUNGKIDUL - Lonjakan kunjungan wisatawan terjadi signifikan di Kabupaten Gunungkidul selama libur Lebaran 2026. Dalam empat hari terakhir, ratusan ribu wisatawan memadati destinasi unggulan, khususnya kawasan pantai selatan.


Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengungkapkan, sebelumnya kunjungan selama Ramadan sempat mengalami penurunan.

Namun, memasuki akhir bulan atau periode libur Lebaran, jumlah wisatawan melonjak drastis.
"Selama Ramadan kunjungan cenderung turun dan tidak ada peningkatan signifikan. Tetapi di akhir bulan ini justru terjadi lonjakan yang sangat tinggi saat libur Lebaran," ujarnya kepada wartawan, Selasa (24/3).


Berdasarkan data sementara, pada Jumat (20/3) jumlah kunjungan tercatat 11.926 wisatawan dengan pendapatan Rp 147.447.600. Angka itu meningkat pada Sabtu (21/3) menjadi 25.029 wisatawan dengan pendapatan Rp 304.213.500.


Lonjakan semakin tajam pada Minggu (22/3) dengan 52.655 wisatawan dan pendapatan Rp 694.436.800. Puncaknya terjadi pada Senin (23/3) dengan 68.233 wisatawan dan pendapatan Rp 848.560.500.


“Total selama empat hari, jumlah kunjungan mencapai 157.843 wisatawan dengan PAD pariwisata sementara sebesar Rp 1,99 miliar. Data ini masih akan bertambah karena proses sinkronisasi tiket masih berjalan,” jelasnya.


Eko menambahkan, mayoritas wisatawan memadati kawasan pantai, khususnya di area Baron hingga Pantai Drini. Kepadatan bahkan sempat memicu kemacetan panjang di Simpang Tiga Drini hingga mencapai sekitar 3 km.


Ia menyebut, salah satu faktor pendorong tingginya kunjungan adalah kemudahan akses melalui sistem tiket kawasan. Dengan satu tiket, wisatawan dapat mengunjungi beberapa destinasi sekaligus dalam satu wilayah.


"Meski terjadi kepadatan, arus keluar-masuk wisatawan tetap berjalan. Hampir semua kawasan pantai ramai, baik di sisi barat seperti Pantai Gesing hingga sisi timur seperti Pantai Krokoh,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Disparekrafpora Gunungkidul Hary Sukmono menjelaskan, kebijakan tiket kawasan atau one stop ticketing diterapkan untuk meningkatkan pelayanan sekaligus efisiensi bagi wisatawan. Kebijakan ini mengacu Perda Nomor 9 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dengan satu tiket, wisatawan bisa mengakses beberapa destinasi dalam satu kawasan.


Sebagai contoh, wisatawan yang masuk melalui kawasan Pantai Baron dapat mengunjungi sejumlah pantai seperti Baron, Kukup, Sepanjang hingga Drini hanya dengan satu kali pembayaran. Skema serupa juga berlaku di kawasan lain seperti Ngrenehan-Ngobaran-Nguyahan maupun Wediombo hingga Siung.


Menurutnya, sistem ini tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga mengurangi antrean di sejumlah titik retribusi serta membuat biaya kunjungan lebih terjangkau.


"Wisatawan tidak perlu lagi membayar tiket di setiap objek selama masih dalam satu kawasan. Ini bentuk peningkatan layanan sekaligus mendorong kunjungan,” ungkapnya. (bas/laz)

Editor : Herpri Kartun
#destinasi #ekonomi kreatif #pantai drini #Wisatawan