Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anak 10 Tahun Putus Sekolah Demi Ibu, Pemkab Gunungkidul Pastikan Tanggung Pendidikan Hingga Ini

Yusuf Bastiar • Minggu, 15 Maret 2026 | 19:57 WIB

 

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat ditemui di kediaman Fendi. 
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat ditemui di kediaman Fendi. 

GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul akan menanggung pendidikan Ahmad Tri Efendi, 10, anak di Padukuhan Jeruken RT 06, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang  yang putus sekolah selama tiga tahun demi merawat ibunya yang menderita stroke.

Pemkab juga menyiapkan penanganan terpadu mulai dari pendidikan, kesehatan hingga bantuan ekonomi bagi keluarga tersebut.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh secara terstruktur dan sistematis untuk menyelesaikan persoalan yang menimpa keluarga tersebut.

“Iya, anak ini berhenti sekolah karena harus mengurus ibunya yang mengalami stroke dan gangguan saraf mata sehingga tidak bisa melihat maupun beraktivitas,” ujarnya saat20 meninjau langsung kondisi keluarga Fendi, Minggu (15/3/2026).

Situasi keluarga tersebut semakin berat karena ayah Fendi juga mulai mengalami gangguan penglihatan sejak sekitar satu tahun terakhir.

Kondisi itu sempat menjadi perhatian publik setelah kisahnya viral di media sosial.

Penanganan kasus tersebut akan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah.

Sehingga persoalan pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi keluarga dapat diselesaikan secara menyeluruh.

Untuk urusan pendidikan, Fendi yang menempuh sekolah di madrasah akan ditangani melalui koordinasi dengan Kementerian Agama agar bisa kembali melanjutkan pendidikannya melalui pendekatan yang tepat.

Sementara itu, kakak Fendi yang saat ini bersekolah di SMP Negeri 2 Panggang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui dinas pendidikan.

“Anak-anak ini wajib sekolah dan itu menjadi tanggung jawab negara,” tegasnya.

Di sektor kesehatan, pemerintah daerah melalui dinas kesehatan telah berkoordinasi untuk memeriksa kondisi orang tua Fendi.

Pemkab juga berencana menggandeng Rumah Sakit Mata Dokter YAP guna melihat kemungkinan penanganan medis lanjutan, seperti operasi katarak atau glaukoma.

Selain itu, kata Endah, pemerintahnya juga tengah merumuskan solusi ekonomi agar keluarga tersebut memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pemberian modal usaha bagi anggota keluarga yang sudah dewasa.

“Apakah nanti diberikan modal usaha seperti angkringan atau bentuk usaha lain yang memungkinkan mereka tetap merawat orang tuanya,” jelasnya.

Ia menambahkan, keluarga Fendi saat ini telah menerima berbagai bantuan sosial dari pemerintah, seperti program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), serta jaminan kesehatan melalui BPJS.

Endah juga menugaskan sejumlah dinas untuk segera melakukan pendataan kebutuhan keluarga tersebut agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Selain itu, Baznas turut dilibatkan untuk membahas kemungkinan pemberian modal usaha bagi kakak Fendi agar dapat bekerja di wilayah Gunungkidul dan tetap membantu merawat orang tuanya.

Menurutnya, penanganan kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan perangkat wilayah agar segera melaporkan persoalan sosial serupa tanpa harus menunggu viral di media sosial.

“Kalau ada kasus seperti ini, jangan menunggu viral. Warga dari tingkat RT hingga perangkat desa harus segera melaporkan agar bisa segera ditangani,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati memastikan, pendidikan Fendi dan kakaknya akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah hingga tuntas.

Langkah ini dilakukan agar tidak ada lagi anak di Gunungkidul yang terpaksa putus sekolah karena keterbatasan ekonomi maupun persoalan keluarga.

“Pendidikan Fendi dan kakaknya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten hingga selesai. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang putus sekolah karena kondisi seperti ini,” ujarnya. (bas/wia).

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#putus sekolah #Bupati Endah Subekti #Gunungkidul #anak putus sekolah #Pemkab Gunungkidul #anak 10 tahun #merawat ibu #stroke #fendi