GUNUNGKIDUL - Ini kabar gembira bagi para pencinta hewan di Kabupaten Gunungkidul. Mereka kini tak perlu lagi jauh-jauh ke Kota Jogja untuk memeriksakan kesehatan hewan peliharaan. Melalui layanan di UPT Puskeswan Wonosari, pemilik anabul cukup membayar Rp 9 ribu untuk mendapatkan sejumlah pemeriksaan dasar sebagai upaya mencegah penyakit menular.
Program ini digelar Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul melalui Bidang Kesehatan Hewan bersama UPT Puskeswan Wonosari dan UPT Laboratorium Kesehatan Hewan dalam kegiatan Gerakan Si Asih Kangen (Sikap Asih for Klangenan).
Sejak pagi, ratusan warga sudah memadati klinik hewan Puskeswan Wonosari untuk memeriksakan hewan peliharaan mereka. Hingga siang hari tercatat lebih dari 100 pemilik hewan telah mengantre untuk mendapatkan layanan itu.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Retno Widyastuti mengatakan, layanan kesehatan hewan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan hewan. Sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan menular, termasuk zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
"Gerakan ini kami laksanakan untuk memberikan perhatian dan cinta kasih kepada hewan kesayangan milik masyarakat agar tetap sehat dan terawat,” ujarnya saat ditemui di UPT Puskeswan Wonosari, Kamis (12/3) pagi.
Dalam pengecekan kesehatan hewan itu, masyarakat bisa mendapatkan berbagai layanan dengan biaya sangat terjangkau. Layanan yang diberikan, antara lain, penyuntikan vitamin, pemeriksaan feses, serta pemberian obat cacing. Setiap layanan hanya dikenakan biaya Rp 3 ribu per item. Tersedia pula layanan USG secara gratis bagi hewan peliharaan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Retno menjelaskan, layanan kesehatan hewan komprehensif seperti ini masih sangat terbatas di Gunungkidul. Selama ini sebagian warga, bahkan harus membawa hewan peliharaannya ke Kota Jogja untuk mendapatkan layanan medis yang lebih lengkap.
"Selama ini kami juga mendapatkan laporan bahwa banyak warga Gunungkidul yang membawa kucing atau anjingnya berobat ke Jogja ketika sakit,” katanya.
Karena itu, lanjut dia, pihaknya berupaya menghadirkan layanan kesehatan hewan yang lebih lengkap melalui program tersebut. Jika sebelumnya kegiatan yang rutin digelar hanya berupa vaksinasi gratis, tahun ini layanan diperluas agar lebih menyeluruh.
Salah satu pengguna layanan Rere Astuti, warga Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari mengaku sangat terbantu dengan adanya program itu. Ia menilai biaya pemeriksaan kesehatan hewan di Puskeswan jauh lebih terjangkau dibandingkan klinik hewan pada umumnya.
"Ini murah sekali. Setiap item pemeriksaan hanya Rp 3 ribu. Kalau di klinik hewan bisa sampai Rp 45 ribu per item,” ujarnya.
Menurut Rere, sebelumnya ia sering membawa hewan peliharaannya ke Jogja untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Meski di beberapa pet shop tersedia layanan tertentu, tidak semua fasilitas kesehatan hewan tersedia.
"Biasanya saya turun ke Jogja kalau kucing saya sakit atau butuh pemeriksaan. Kalau di pet shop kan juga tidak semua layanan ada seperti USG atau obat-obatan tertentu,” ujarnya.
Ia berharap layanan kesehatan hewan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan bahkan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Dengan demikian, masyarakat akan lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan bagi hewan peliharaan mereka.
Rere juga berharap pemerintah kabupaten dapat menghadirkan program pengendalian populasi hewan peliharaan, terutama kucing liar yang banyak ditemukan di lingkungan permukiman.
"Semoga layanan seperti ini terus ada dan perhatian terhadap kesehatan hewan peliharaan di Wonosari dan sekitarnya semakin meningkat,” tandasnya. (laz)