Jelang Lebaran, Harga Bapok di Gunugkidul Cenderung Stabil, Cabai Rawit Merah Bertahan di Rp 90 Ribu per Kilogram
Yusuf Bastiar• Selasa, 10 Maret 2026 | 21:30 WIB
Suasana Pasar Argosari Wonosari masih terlihat landai menjelang Lebaran.
GUNUNGKIDUL - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Gunungkidul terpantau relatif stabil. Dari hasil pemantauan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul, hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga.
Kepala Bidang Perdagangan Disdagnaker Gunungkidul Ris Heryani mengatakan, berdasarkan pantauan harga rata-rata kebutuhan pokok per Selasa (10/3), sebagian besar komoditas masih berada pada harga normal. Salah satu komoditas yang masih bertahan tinggi adalah cabai rawit merah yang dijual Rp 90.000 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau berada di kisaran Rp 50.000 per kilogram dan cabai merah besar Rp 35.000 per kilogram atau naik Rp 2.000 dibanding sebelumnya.
“Menjelang Lebaran alhamdulilah harga bahan pokok di Gunungkidul cenderung stabil, tren sini semoga bertahan sampai mendekati lebaran sehingga daya beli masyarakat bisa meningkatkan,” ujarnya saat ditemui wartawan, Selasa (10/3).
Selain itu, lanjut Ris, komoditas lain yang mengalami kenaikan yakni bawang putih honan yang kini berada di harga Rp 32.000 per kilogram atau naik Rp 2.000. Sedangkan bawang merah justru mengalami penurunan dari sebelumnya menjadi Rp 35.000 per kilogram. “Secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Hanya beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi kecil,” terang Ris Heryani.
Untuk komoditas pangan lainnya, harga beras premium tercatat Rp 14.900 per kilogram dan beras medium Rp 13.200 per kilogram. Harga gula pasir curah berada di kisaran Rp 16.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng premium Rp 20.000 per liter dan minyak goreng curah Rp 20.500 per liter. Selain itu, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp 27.000 per kilogram. Daging ayam Rp 40.000 per kilogram dan daging sapi Rp 130.000 per kilogram.
“Jadi yang kami catat ada 15 komoditas yang tidak mengalami kenaikan harga di pekan ini, tiga jenis bapok naik, dan dua turun,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disdagnaker Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, pemerintah kabupaten juga melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang Lebaran. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar telur ayam ras di Pasar Argosari Wonosari pada awal pekan ini. Dalam kegiatan tersebut, telur ayam dijual dengan harga subsidi Rp 27.000 per kilogram dari harga normal sekitar Rp 28.000.
“Operasi pasar ini merupakan upaya pemerintah membantu masyarakat mendapatkan telur ayam ras dengan harga lebih murah,” ujarnya.
Menurut Kelik, pihaknya melakukan operasi pasar karena menjadi bagian dari tugas disdagnaker sebagai anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah Gunungkidul dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Ia menambahkan, operasi pasar merupakan instrumen strategis untuk menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
“Senin kemarin kami melakukan operasi pasar untuk kuota telur yang digelontorkan mencapai 500 kilogram untuk 24 pedagang di pasar pantauan. Dengan operasi pasar ini semoga harga tetap stabil dan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tandasnya. (bas)