Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Gunungkidul Imbau Pemerintah Kalurahan Tak Buru-Buru Bangun Gedung KDMP, Lahan Harus Clead and Clean

Yusuf Bastiar • Selasa, 10 Maret 2026 | 21:15 WIB

 

SIAP BEROPERASI: Suasana di KDMP Kalurahan Playen kemarin (22/9). Pemkab akan mendampingi seluruh KDMP di Gunungkidul.
SIAP BEROPERASI: Suasana di KDMP Kalurahan Playen kemarin (22/9). Pemkab akan mendampingi seluruh KDMP di Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL - Program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Gunungkidul terus berjalan. Hingga kini tercatat sudah ada 20 gerai koperasi yang berdiri di sejumlah kalurahan. Namun, Pemkab Gunungkidul mengimbau agar pemerintah kalurahan tak buru-buru membangun Gedung KDMP.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Gunungkidul Supartono menyebut, kesiapan lahan harus dipastikan terlebih dahulu. “Lahan yang dipakai harus clear and clean. Mulai dari perizinan hingga status lahan harus dipastikan jelas,” tegsnya Selasa (10/3).

Supartono mencontohkan, apabila pembangunan menggunakan lahan baku sawah (LBS), maka proses perizinannya harus diselesaikan terlebih dahulu. Selain itu, kalurahan juga wajib menyediakan lahan pengganti agar luas LBS tidak berkurang.

Selain kesiapan lahan, penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Ia mengaku pihaknya telah menggelar peningkatan kapasitas pengelola koperasi melalui pelatihan penyusunan rencana bisnis. “Di situ juga sekaligus ada sosialisasi sumber pembiayaan dari perbankan,” tegasnya.

Kini, lanjutnya, 20 KDMP yang sudah berdiri berada di Baleharjo, Kelor, Gading, Siraman, Getas, Candirejo, Kenteng, Sidorejo, Wiladeg, Jatiayu, dan Semanu. Kemudian KDMP Piyaman, Duwet, Bandung, Logandeng, Bendung, Karangwuni, Karangmojo, Tepus, dan Gari.

Menurut Supartono, sebagian koperasi telah mulai menjalankan usaha meski belum menempati gedung baru. Jenis usaha yang dijalankan beragam. Mulai dari gerai sembako, penyedia alat pertanian dan perikanan, hingga layanan agen laku pandai perbankan.

Sementara itu Komandan Kodim 0730 Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan optimistis pembangunan sepuluh gedung KDMP tahap pertama dapat selesai dalam waktu dekat dia hingga tiga pekan ke depan. Secara umum, struktur bangunan telah berdiri. Pekerjaan yang tersisa antara lain pemasangan atap dan penyempurnaan finishing, termasuk pengecatan dengan ciri khas warna merah dan putih. “Untuk Baleharjo dan Siraman bahkan sudah mendekati 100 persen,” ujarnya. 

Ia menambahkan, keberadaan gedung KDMP tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan usaha koperasi. Area halaman juga bisa digunakan untuk aktivitas sosial kemasyarakatan, seperti bazar UMKM atau tempat berjualan takjil selama bulan Ramadan. Terkait pemanfaatan lahan, Alfian memastikan tidak ada kendala. Sebab sebagian lokasi menggunakan tanah Sultanaat Grond yang telah memperoleh izin langsung dari Gubernur DIY Hamengku Buwono X.

“Izin pemanfaatan lahan sudah clear and clean. Palilah dari Ngarso Dalem juga sudah turun melalui Kanjeng Gusti Yudanegara,” bebernya.

Diketahui, 10 KDMP tersebut dibangung di Kalurahan Wiladeg, Jatiayu, dan Kelor, Kapanewon Karangmojo. Kalurahan Getas serta Gading di Kapanewon Playen. Kalurahan Kenteng dan Sidorejo di Kapanewon Ponjong. Serta Kalurahan Siraman dan Baleharjo di Kapanewon Wonosari. Satu lokasi lainnya berada di Kalurahan Candirejo di Kapanewon Semanu. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM #Koperasi Desa Merah Putih #KDMP #Gunungkidul #lahan #clear and clean #Pemerintah Kalurahan