Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Panen sejak Awal Februari, Pengeringan Gabah Petani Gunungkidul Terganggu karena Tingginya Curah Hujan

Yusuf Bastiar • Senin, 9 Maret 2026 | 22:00 WIB

 

TELATEN: Sumiyem sedang menjemur gabah di halamannya rumahnya Kalurahan Nglanggeran, Patuk Senin (9/3).
TELATEN: Sumiyem sedang menjemur gabah di halamannya rumahnya Kalurahan Nglanggeran, Patuk Senin (9/3).

GUNUNGKIDUL - Intensitas hujan yang cukup tinggi pada Februari lalu sempat menghambat proses pengeringan gabah di sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul. Petani harus menunda penjemuran karena cuaca kerap diguyur hujan deras saat masa panen berlangsung.

Salah seorang petani di Kalurahan Nglanggeran, Patuk Sumiyem mengatakan, masa panen padi di wilayahnya sudah dimulai sejak awal Februari lalu. Namun proses pascapanen sempat terkendala kondisi cuaca. “Pas panen itu hujannya deras sekali. Jadi gabah belum langsung dijemur di luar,” ujarnya saat ditemui wartawan Senin (9/3).

Untuk mengantisipasi gabah rusak, ia sempat menjemur hasil panen di dalam rumah. Penjemuran baru dilakukan di luar ketika cuaca cerah. Menurutnya, kondisi cuaca mulai membaik sejak awal Maret. Pada pagi hingga siang hari matahari mulai bersinar sehingga petani dapat kembali menjemur gabah di pelataran rumah.

“Kalau pagi sampai siang sekarang sudah mulai panas. Jadi gabah bisa dijemur di luar,” ujarnya.

Sumiyem menuturkan, sebagian petani memanfaatkan halaman rumah untuk menjemur gabah. Sementara yang tidak memiliki halaman luas biasanya menjemur di tepi jalan desa. “Tapi tidak terlalu mengganggu karena jalannya tidak ramai,” jelasnya.

Ia mengaku saat ini sedang menjemur sekitar 50 karung gabah hasil panen. Setelah benar-benar kering, gabah akan dipilah antara yang berisi dan yang kosong sebelum digiling. “Kalau sudah kering nanti dipisahkan dulu, baru dicicil digiling untuk kebutuhan makan atau dijual,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, curah hujan yang tinggi memang menjadi salah satu kendala dalam proses pengeringan gabah. Menurutnya, sebagian besar petani di Gunungkidul masih mengandalkan pengeringan alami dengan memanfaatkan panas matahari. Ia menambahkan, saat ini masa panen padi di Gunungkidul masih berlangsung dan diperkirakan akan berlanjut hingga akhir Maret.

“Intensitas hujan yang sering memang mengganggu proses pengeringan gabah karena pengeringannya masih memanfaatkan sinar matahari. Periode panen masih terus berlangsung sampai akhir Maret,” tandasnya. (bas/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Nglanggeran #gabah #Hujan #panen #pengeringan #Petani #kabupaten gunungkidul #Patuk