Polres Gunungkidul Siapkan 32 Pos di Jalur Wisata, Antisipasi Lonjakan Mudik dan Wisatawan saat Lebaran
Yusuf Bastiar• Minggu, 8 Maret 2026 | 18:51 WIB
Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Ada saat ditemui wartawan di Wonosari.
GUNUNGKIDUL -Jajaran kepolisian mulai mematangkan persiapan pengamanan arus mudik dan libur Lebaran 2026 di Kabupaten Gunungkidul.
Selain mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik, aparat juga mewaspadai peningkatan kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi pantai di wilayah selatan.
Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa mengatakan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026 secara nasional diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Di Gunungkidul, kata dia, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026.
Sementara arus balik diprediksi pada 28-29 Maret 2026. “Sudah kami petakan, hasil prediksinya seperti itu,” terangnya kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, Polres Gunungkidul menyiapkan pos pelayanan serta 32 pos di jalur utama menuju kawasan wisata.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026.
Operasi pengamanan tersebut dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
“Kami telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan secara terpadu untuk memastikan kelancaran arus mudik, keamanan masyarakat, serta kesiapan menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan,” kata Damus.
Ia menjelaskan, fokus operasi meliputi pengamanan arus mudik dan balik, pengamanan pelaksanaan ibadah Idul Fitri, serta antisipasi lonjakan wisatawan di berbagai destinasi wisata unggulan di Gunungkidul.
Selain potensi kemacetan, kepolisian juga akan melakukan patroli stasioner pada jam-jam rawan, seperti menjelang waktu berbuka puasa dan sahur.
Patroli tersebut bertujuan mengantisipasi gangguan keamanan seperti kejahatan jalanan, balap liar hingga perang sarung.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah, meningkatkan keramahan kepada wisatawan, serta mematuhi aturan lalu lintas,” ujarnya.
Sementara itu, Kabagops Polres Gunungkidul Mustaqim menjelaskan, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Pengaturan arus lalu lintas akan dilakukan secara dinamis, terutama pada jalur menuju kawasan pantai maupun pusat kota Wonosari.
Menurut Mustaqim, terdapat sejumlah titik rawan kecelakaan yang menjadi perhatian, salah satunya di ruas jalan nasional Yogyakarta-Wonosari, khususnya di wilayah Gading, Playen.
Untuk mendukung pengamanan, kepolisian menyiapkan delapan pos pengamanan dan pelayanan, di antaranya di kawasan Hargodumilah, Siyono, serta kawasan pantai seperti Baron dan Drini.
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga disiapkan jika terjadi kepadatan di jalur utama Patuk.
Kendaraan dapat diarahkan melalui jalur alternatif Nglanggeran-Prambanan atau Dlingo-Imogiri.
“Kami juga menyiagakan 24 personel yang dibekali peralatan ganjal ban untuk membantu kendaraan yang tidak kuat menanjak di tanjakan ekstrem seperti Slumprit dan Tanjungsari,” terangnya.
Pengamanan arus mudik dan wisata di Gunungkidul akan melibatkan berbagai unsur lintas instansi, termasuk Dinas Perhubungan, Basarnas, hingga relawan PMI.
“Kami ingin memastikan setiap orang yang pulang ke Gunungkidul merasa pulang ke rumah yang aman,” tandas Mustaqim mengakhiri. (bas)