GUNUNGKIDUL - Dua pekan menjelang Idul Fitri, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Gunungkidul mulai menunjukkan tren penurunan.
Berdasarkan pantauan harga rata-rata, setidaknya tujuh komoditas mengalami koreksi harga.
Namun, cabai rawit merah masih bertengger tinggi di angka Rp 85.000 per kilogram (kg).
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul Ris Heryani mengatakan, penurunan harga terjadi pada komoditas hortikultura dan bahan pangan tertentu.
“Cabai besar merah turun Rp 9.000 menjadi Rp 33.000 per kilogram. Cabai rawit merah juga turun Rp 5.000, meski masih di angka Rp 85.000 per kilogram,” jelasnya saat ditemui, Rabu (4/3/2026).
Selain itu, bawang merah tercatat turun Rp 4.000 menjadi Rp 38.000 per kg. Bawang putih honan turun Rp 2.000 menjadi Rp 30.000 per kg.
Komoditas lain yang turun yakni kacang tanah kupas dari Rp 35.000 menjadi Rp 33.000 per kg, jagung pipilan kering turun Rp 1.000 menjadi Rp 7.000 per kg, serta gula pasir curah yang terkoreksi Rp 1.000 menjadi Rp 16.000 per kg.
Kendati demikian, sejumlah komoditas strategis masih relatif stabil. Daging ayam bertahan di Rp 40.000 per kg, daging sapi Rp 130.000 per kg, telur ayam ras Rp 29.000 per kg, beras premium Rp 14.900 per kg, dan beras medium Rp 13.200 per kg.
Di sektor minyak goreng, minyak goreng premium justru naik Rp 500 menjadi Rp 20.000 per liter. Sedangkan minyak goreng curah tetap di Rp 20.000 per kg dan Minyakita Rp 15.500 per liter.
Ris menyebut, fluktuasi harga menjelang Lebaran dipengaruhi dinamika pasokan dan permintaan.
Namun, secara umum kondisi pasar di Gunungkidul masih terkendali.
“Kami terus melakukan pemantauan rutin di pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan stok aman dan harga tetap terkendali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disdagnaker Gunungkidul Kelik Yuniantoro menambahkan, telah berupaya menjaga stabilitas harga melalui koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha.
“Alhamdulillah sebagian komoditas sudah tren menurn. Harapan kami tren ini berlanjut sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang Lebaran,” katanya.
Ia mengakui, cabai rawit merah masih menjadi yang perlu diwaspadai karena harganya relatif tinggi meski sudah mengalami penurunan.
Pihaknya mengaku akan terus memantau perkembangan harga serta memastikan tidak terjadi lonjakan signifikan dalam waktu dekat.
“Kami pastikan stok aman dan distribusi lancar. Masyarakat tidak perlu panik berbelanja,” tegasnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita