Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cuaca Ekstrem Landa Semin, Hujan Es Turun dan Belasan Rumah Rusak Tertimpa Pohon

Yusuf Bastiar • Selasa, 3 Maret 2026 | 21:50 WIB

Butiran hujan es yang didokumentasikan oleh warga Rejosari pada Selasa (3/3/2026) sore .
Butiran hujan es yang didokumentasikan oleh warga Rejosari pada Selasa (3/3/2026) sore .

 
GUNUNGKIDUL - Cuaca ekstrem melanda wilayah Kapanewon Semin pada Selasa (3/3/2026) sore.
 
Hujan deras disertai angin kencang bahkan hujan es mengguyur sejumlah kalurahan. Dampaknya, belasan rumah warga rusak akibat tertimpa pohon tumbang.
 
Carik Kalurahan Rejosari Sabrina Wulandari mengatakan, hujan es terjadi sekitar pukul 14.15 saat hujan deras mengguyur wilayahnya.
 
Baca Juga: Dipinjamkan sejak 1950, Tanah Haji Hasyim Kini Malah Diklaim Jadi Milik Polres Kebumen
 
Meski hanya berlangsung singkat, fenomena tersebut sempat membuat warga terkejut.
 
“Terdengar suara hujan berbeda dari biasanya. Setelah dicek keluar rumah, ternyata hujan es. Baru pertama kali terjadi di Rejosari,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).
 
Sabrina mengungkapkan, butiran es berukuran sebesar biji kacang atau kerikil kecil jatuh menimpa rumah warga.
 
Baca Juga: PSIM Jogja Tantang Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Duel Sarat Tekanan di Pekan 24 BRI Super League
 
Hujan es berlangsung sekitar 10 menit dan tidak menimbulkan kerusakan berarti pada rumah warga.
 
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan es merupakan fenomena cuaca ekstrem akibat terbentuknya awan cumulonimbus saat masa pancaroba.
 
Biasanya bersifat lokal dan berdurasi singkat, serta disertai angin kencang dan hujan lebat.
 
“Nah itu persis, dominan tetap hujan air. Hujan esnya tidak lama dan tidak sampai merusak rumah. Warga tidak panik, hanya kaget karena suaranya berbeda tidak seperti hujan biasa,” tambahnya.
 
Baca Juga: Kadar E Coli Tinggi, Indeks Kualitas Air Sungai di Sleman Tidak Penuhi Target
 
Sementara itu, Lurah Bendung Didik Rubiyanto menyebut, dampak paling terasa justru akibat embusan angin kencang yang menyertai hujan deras sekitar pukul 14.00.
 
Ia menyampaikan, sejumlah pohon tidak hanya menghalangi akses jalan, tetapi juga menimpa rumah warga hingga menyebabkan kerusakan pada bagian atap.
 
Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
 
“Banyak pohon tumbang. Data sementara ada enam rumah dan satu masjid mengalami kerusakan,” jelasnya.
 
Baca Juga: Produksi Sampah di Kota Jogja Naik 10 Ton selama Ramadan, Didominasi Sampah Organik, Sudah Teratasi lewat Emberisasi
 
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta mengatakan, dampak terparah cuaca ekstrem memang terjadi di Kapanewon Semin, meliputi Kalurahan Bendung, Semin, Rejosari hingga Pundungsari.
 
Data sementara tercatat 16 rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang maupun terjangan angin kencang.
 
Rinciannya, sepuluh rumah rusak di Pundungsari, enam rumah di Kalurahan Semin, serta dua rumah di Bendung. Selain itu, belasan pohon tumbang juga dilaporkan ambruk di pekarangan warga maupun melintang di jalan.
 
Baca Juga: Masih Akan Jalani Enam Laga Penentu Nasib, Pelatih Ansyari Lubis Minta Semua Pemain PSS Sleman Tetap Fokus
 
“Kami langsung menerjunkan personel untuk melakukan pendataan dan asesmen di lokasi terdampak. Bantuan logistik juga telah disiapkan bagi warga yang terdampak kerusakan,” tegasnya.
 
Edy mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. Masyarakat diminta memangkas dahan atau ranting pohon yang rimbun dan lapuk untuk mengurangi risiko tumbang.
 
Selain itu, warga diimbau tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras serta menghindari aktivitas di daerah rawan longsor maupun dekat aliran sungai.
 
“Waspada dan berhati-hati saat beraktivitas, terutama di masa peralihan musim seperti sekarang,” tandasnya. (bas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Semin #hujan es #Gunungkidul #rumah rusak #Cuaca Ekstrem #tertimpa pohon