Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lagi-Lagi Petasan Timbulkan Korban, Tangan Bocah 12 Tahun di Paliyan Luka Parah usai Mainkan 25 Gram Bubuk Mercon

Yusuf Bastiar • Senin, 2 Maret 2026 | 23:56 WIB

Barang bukti bungkus bubuk mercon yang dipesan korban melalui aplikasi jual beli digital.
Barang bukti bungkus bubuk mercon yang dipesan korban melalui aplikasi jual beli digital.

GUNUNGKIDUL - Niat bermain petasan justru berujung petaka bagi AP, 12, warga Padukuhan Kedungdowo, Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan. Bocah sekolah dasar itu mengalami luka parah di tangan kanan setelah mercon rakitannya meledak pada Senin sore (2/3). Sebab, sebanyak 25 gram bubuk mercon digunakan untuk satu petasan, sehingga daya ledaknya menghancurkan ibu jari dan melukai dua jari lainnya.

Kapolsek Paliyan AKP Slamet Riyanto menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 di pekarangan belakang rumah korban. Saat itu, AP bermaksud menyalakan petasan buatannya seorang diri. Ketika petasan sudah disulut, tetapi tidak langsung meledak. Karena penasaran, akhirnya korban mendekati dan hendak memindahkannya. Namun, saat petasan tersebut dipegang justru meledak.

Baca Juga: Sedang Menyapu Halaman, Lansia di Tegalrejo Magelang Terluka Tertimpa Pohon Beringin Tumbang

“Keluarga langsung membawa korban ke RSU PKU Muhammadiyah Wonosari untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Slamet saat dihubungi Senin malam (2/3).

Akibat ledakan tersebut, ibu jari tangan kanan korban dilaporkan patah hingga terputus. Sementara jari telunjuk patah namun tidak terputus, dan jari tengah mengalami luka serius. Kendati dalam kondisi terluka, korban masih sempat berjalan pulang ke rumah untuk memberitahukan kejadian kepada neneknya.

Baca Juga: Tingkatkan Semangat Tarawih Generasi Z, Masjid Nurul Ashri Sediakan Fasilitas Photobooth

“Hingga malam ini korban masih menjalani perawatan intensif,” ucapnya.

Dari hasil penyelidikan awal, Polsek Paliyan menemukan fakta bahwa bubuk mercon yang digunakan korban dibeli secara daring. Petugas mengamankan satu bungkus bubuk mercon seberat 25 gram yang dibeli melalui sistem cash on delivery (COD). Selain bubuk mercon, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain yang ditemukan di rumah korban untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Ada bukti bungkusan pengiriman. Satu bungkus 25 gram itu kemungkinan bisa untuk beberapa mercon. Namun karena ketidaktahuan, korban menggunakan seluruhnya untuk satu petasan,” jelas Slamet.

Baca Juga: Prediksi Skor Gil Vicente vs Benfica Primeira Liga Selasa 3 Maret 2026

Dengan adanya kejadian ini, kata Slamet, pihaknya telah mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak. Terlebih Ramadan yang kerap diwarnai penggunaan petasan. Selain itu, dia juga mengingatkan bahaya merakit dan menyalakan mercon secara mandiri karena berisiko tinggi.

Sementara itu, sopir ambulans Kalurahan Grogol Marjio yang mengantar korban ke rumah sakit mengatakan, saat dievakuasi kondisi AP masih sadar. Perjalanan menuju rumah sakit ditempuh sekitar 15 menit.

 

“Sepanjang perjalanan anaknya sadar, tapi terus merintih kesakitan. Dia bilang sudah tidak kuat menahan sakit dan ingin cepat sampai rumah sakit,” ungkapnya singkat saat dikonfirmasi. (bas)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#petasan #luka parah #RSU PKU Muhammadiyah #wonosari #Kapanewon Paliyan #bubuk mercon #Cash On Delivery (COD)