Korban sempat mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul.
Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Parangtritis - Depok Arief Nugraha mengatakan, awalnya korban Papenia sedang bersama lima temannya berlibur di Indonesia sejak satu bulan yang lalu.
“Hari ini harusnya hari terakhir mereka liburan, namun ingin berkunjung ke pantai,” tuturnya Senin (2/3).
Maka dari itu, korban dan rombongan memutuskan untuk datang ke Pantai Parangtritis pada malam hari dan mulai beraktivitas di pantai tersebut dari pagi hari.
Kelima temannya tidak bermain air bersama, sedangkan korban sempat pamit kepada lima temannya untuk berfoto dengan kuda.
Selang sepuluh menit salah satu teman melihat korban mengapung dan tidak bergerak.
“Kemudian sebagian temannya menghampiri korban dengan berlarian,” terangnya.
Petugas Satgas Linmas Jogo Segoro dan Satlinmas Rescue Istimewa atau Sar Parangtritis juga segera membantu mengevakuasi korban ke tepian pantai dengan cara berenang ke tengah laut dan membawa korban ke posko Sar Parangtritis.
Korban yang berusia 51 tahun ini, sempat mendapatkan pertolongan resusitasi jantung paru (RJP) dari temannya, dan dilarikan menuju ke rumah sakit terdekat oleh petugas. Namun korban dinyatakan meninggal dunia saat berada di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
“Hambatannya arus ke tengah laut kuat,” bebernya.
Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda DIJ, Polsek Kretek, imigrasi, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk melakukan tindak lanjut. (cin)
Editor : Bahana.