Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) menyebut kondisi tersebut sebagai siklus tahunan yang selalu berulang setiap bulan puasa.
Diperkirakan kondisi akan akan berangsur-angsur pulih menjelang libur panjang lebaran Idul Fitri 2026.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disparekrafpora Gunungkidul Nanang Putranto mengatakan, data kunjungan selama sepekan terakhir menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan akhir pekan sebelum Ramadan.
“Memang di awal puasa tingkat kunjungan menurun. Ini sudah menjadi tren bertahun-tahun,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, fenomena tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena hanya bersifat sementara. Ia menilai, masyarakat cenderung memprioritaskan ibadah di awal Ramadan sehingga aktivitas wisata ditunda.
Pihaknyapun tak menyiapkan strategi khusus untuk menangani penurunan kunjungan selama bulan suci Ramadan. Ia memprediksi kondisi ini akan pulih ketika mendekati libur dan cuti bersama Idul Fitri tahun ini.
“Mungkin sedang fokus ibadah, jadi kegiatan berwisata ditunda dulu. Biasanya nanti menjelang akhir puasa akan naik lagi,” jelasnya.
Nanang menegaskan, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan grafik kunjungan akan berbalik meningkat mendekati Lebaran. Bahkan, lonjakan tertinggi umumnya terjadi saat periode libur Idulfitri.
“Trennya memang awal puasa sepi, tapi menjelang Lebaran akan meningkat signifikan,” tambahnya.
Sebelum Ramadan, kunjungan akhir pekan di destinasi wisata Gunungkidul bisa menembus lebih dari 10 ribu orang per hari.
Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengkonfirmasi bahwa empat hari sebelum Ramadan, Sabtu 15 Februari 2026 jumlah pengunjung mencapai 17 ribu orang.
Sedangkan, lanjut dia, Minggu 16 Februari 2026 justru menembus 32 ribu wisatawan dalam sehari.
Namun saat memasuki awal Ramadan, angka tersebut turun drastis. Pada Sabtu (21/2/2026) kunjungan tercatat hanya 2.500 orang, dan Minggu (22/2/2026) sebanyak 2.245 orang.
Kendati demikian, ia mengaku pihaknya tetap optimistis target kunjungan secara keseluruhan tetap tercapai.
Dengan pola musiman yang sudah terbaca setiap tahun, Disparekrafpora tetap menyiapkan sarana dan prasarana guna menyambut lonjakan wisatawan menjelang dan saat libur Idulfitri mendatang.
“Memang ada penurunan cukup tajam di awal puasa dibandingkan sebelumnya,” pungkasnya. (bas)
Editor : Bahana.