Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Stok Beras Surplus, Bupati Gunungkidul Juga Pastikan Gas Melon Aman jelang Idul Fitri: Harganya Masih Sesuai HET

Yusuf Bastiar • Rabu, 25 Februari 2026 | 19:15 WIB

gas melon yang berada di tingkat pengecer wilayah Kota Jogja
gas melon yang berada di tingkat pengecer wilayah Kota Jogja

GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memastikan ketersediaan gas elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon dan beras dalam kondisi aman menjelang Idul Fitri.
 
Kepastian itu disampaikan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, usai melakukan pemantauan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) pada Rabu pagi (25/2/2026).
 
“Kami bersama TPID memantau harga dan ketersediaan beras serta gas LPG. Untuk LPG di tingkat pangkalan, harganya masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Memang ada fluktuasi di pengecer mengikuti dinamika pasar, tapi masih dalam batas toleransi,” ujar Endah kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
 
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu per Kg, Petani Tersenyum tapi Pedagang di Gunungkidul Justu Sepi Pembeli
 
Menurut Endah, pengawasan dilakukan secara ketat melalui koordinasi lintas sektoral agar tidak terjadi lonjakan harga signifikan.
 
Terlebih, dalam waktu berdekatan terdapat tiga momentum besar, yakni Idul Fitri, Imlek, dan Paskah.
 
“Tugas kami menjaga inflasi agar tetap terkendali. Fokus utama memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi selama Ramadan dan hari raya,” tegasnya.
 
Baca Juga: Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSM Makassar, Tekad Green Force Akhiri Rentetan Tren Minor
 
Berdasarkan hasil pantauan, penyaluran gas elpiji bersubsidi di Gunungkidul dinilai sesuai target dan kuota yang ditetapkan.
 
Endah mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pemilik pangkalan guna memastikan distribusi berjalan lancar.
 
Selain pengawasan lapangan, pemkab juga rutin menggelar koordinasi setiap Senin bersama dinas perdagangan dan dinas pertanian sebagai tindak lanjut arahan gubernur DIY dalam menjaga stabilitas harga.
 
Baca Juga: Meriahkan Ramadhan 2026, DRW Skincare Padukan Aksi Sosial dengan Cek Kulit Gratis di Kampung Ramadan Wedomartani
 
“Pemantauan dilakukan di Pasar Semin dan dilanjutkan ke agen gas PT Gasindo Kertora Raharjo. Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi menjelang hari besar keagamaan,” tandasnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul Kelik Yuniantoro menambahkan, stok beras di Gunungkidul dalam kondisi surplus.
 
Hal itu ditopang produktivitas pertanian yang relatif tinggi. Dengan demikian, ia optimistis stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di Gunungkidul tetap terjaga hingga Idul Fitri.
 
Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Benfica Liga Champions Kamis 26 Februari Kick Off 03.00 WIB, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
 
“Kami memastikan ketersediaan beras aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri. Produktivitas rata-rata mencapai 9 hingga 10 ton per hektare,” jelasnya.
 
Ia menyebut wilayah Wonosari dan Playen tetap menjadi sentra produksi utama, didukung modernisasi alat pertanian.
 
Bahkan, budaya petani yang menyimpan sebagian hasil panen sebagai cadangan pangan keluarga turut memperkuat ketahanan stok daerah.
 
Baca Juga: BPNT Cair, 904 KPM Kategori Miskin di Kulon Progo Terima Sembako Senilai Rp 200 Ribu
 
Ia menilai kebutuhan masyarakat, termasuk ASN kedepannya diwajibkan membeli produk petani lokal, sehingga surplus beras dapat terserap tanpa harus mengambil pasokan dari luar daerah.
 
“Ketua kelompok tani sudah mengidentifikasi masa panen anggotanya,” imbuhnya. (bas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kondisi aman #Gas elpiji 3 kilogram #Pemkab Gunungkidul #idul fitri #gas melon