Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ramadan 1447 H, DLH Gunungkidul Ajak Warga Pilah Sampah: Cegah Potensi Penumpukan Sampah di TPA

Yusuf Bastiar • Senin, 23 Februari 2026 | 21:14 WIB

 

JELANG BERBUKA: Pengunjung Taman Kuliner Wonosari saat sedang berburu takjil.
JELANG BERBUKA: Pengunjung Taman Kuliner Wonosari saat sedang berburu takjil.

GUNUNGKIDUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menaruh perhatian pada limbah sampah sahur dan berbuka saat momen Ramadan 2026.

Dengan ini, mengajak masyarakat untuk memilah sampah dari rumah dan mengindari pemborosan pangan.

Ini agar tak memicu penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA)

Kepala DLH Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, Ramadan kerap diikuti lonjakan sampah organik maupun plastik.

Kondisi tersebut berpotensi memicu penumpukan TPA jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Ramadan identik dengan peningkatan aktivitas dapur. Karena itu kami mengajak warga mulai memilah sampah langsung dari rumah masing-masing agar tidak terjadi penumpukan di TPA,” ujarnya kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, langkah sederhana ini bisa dimulai dari kebiasaan mengambil makanan secukupnya saat sahur dan berbuka.

Ia menekankan, menghabiskan makanan merupakan bentuk syukur sekaligus upaya mengurangi timbulan sampah organik.

Pihaknya juga mengimbau warga memisahkan sampah dalam dua wadah utama, yakni organik dan anorganik.

Sampah organik meliputi sisa potongan sayur, kulit buah, serta sisa makanan. Sementara anorganik berupa botol plastik, kertas, hingga kaleng.

“Sampah yang terpilah sejak dari dapur tidak menimbulkan bau dan sangat membantu tugas petugas kebersihan selama bulan puasa,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat dianjurkan membawa wadah sendiri saat membeli takjil atau berbelanja guna menekan penggunaan plastik sekali pakai.

Sampah anorganik yang terkumpul juga bisa disetorkan ke bank sampah untuk memperoleh nilai ekonomi tambahan.

“Langkah kecil ini jika dilakukan bersama akan berdampak besar bagi kelestarian lingkungan,” tambah Edy.

Upaya tersebut diperkuat Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul melalui edukasi pencegahan boros pangan.

Kepala DPP Gunungkidul Rismiyadi menyebut, awal Februari lalu telah menggelar workshop Stop Boros Pangan sebagai persiapan menjelang Ramadan.

“Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencegah food waste serta memberikan edukasi pengolahan pangan berlebih agar lebih bijak menghargai makanan,” katanya.

Kampanye stop boros pangan, merupakan tindak lanjut Instruksi Gubernur DIY Nomor 33/INSTR/2021 tentang Rencana Aksi Penanganan Food Loss dan Food Waste.

Peserta workshop melibatkan berbagai unsur, mulai dari TP PKK kabupaten dan kapanewon, kepala SPPG, pengusaha katering dan hotel di Wonosari, Universitas Gunungkidul, hingga Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul.

Rismiyadi berharap komitmen lintas sektor itu mampu mengantisipasi sisa pangan berlebih agar tidak terbuang percuma.

Menurutnya, pemanfaatan pangan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Bulan suci Ramadan pun tak hanya menjadi bulan peningkatan spiritualitas, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan pangan.

“Harapan kami, dari langkah awal ini seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mencegah penumpukan sampah dan pemborosan pangan demi menjaga ketahanan pangan Gunungkidul,” tambahnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pilah sampah #berbuka #sahur #ramadan #DLH Gunungkidul