Keluarga yang rumahnya berada di titik paling atas dan paling terdampak menyatakan siap dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Hal ini dikonfirmasi Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono. Ia mengatakan telah melakukan komunikasi awal dengan pemilik rumah, Suyoto, selaku kepala keluarga.
“Tadi kami sudah komunikasi. Bapak Suyoto menyampaikan kalau mereka siap direlokasi. Sudah mau direlokasi,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (19/2/2026).
Menurut Purwono, secara geografis posisi rumah tersebut memang berisiko tinggi apabila tetap dihuni.
Lokasinya berada di bagian paling atas perbukitan yang sebelumnya mengalami longsor. Kendati demikian, ia menegaskan skema teknis relokasi bukan menjadi kewenangan BPBD.
“Untuk skemanya seperti apa, itu sudah menjadi wewenang Dinas PUPRKP. Kami hanya memastikan kesiapan dari keluarga terdampak, dan mereka menyatakan siap apabila direlokasi,” jelasnya.
Sementara itu, upaya penanganan dampak longsor terus dilakukan. Kerja bakti pembersihan rumah warga menjadi agenda utama sejak pagi.
Material longsoran yang sebelumnya berupa lumpur, batu, dan pohon tumbang kini sebagian besar sudah tersingkir.
“Hari ini material tinggal lumpur saja. Kami lakukan penyemprotan dengan air yang terus mengalir dari perbukitan. Air kami tampung, lalu disedot menggunakan mesin, dibendung, kemudian dialirkan untuk membersihkan rumah warga,” terang Purwono.
Dari total 12 rumah terdampak, hingga sore hari delapan rumah telah selesai dibersihkan dan sudah kembali ditempati pemiliknya.
Empat rumah lainnya masih dalam proses pembersihan dan belum layak huni. Warga dari empat rumah tersebut untuk sementara masih mengungsi di rumah kerabat yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.
“Empat rumah itu termasuk yang paling parah, salah satunya rumah yang paling atas. Di dalam dan luar rumah masih banyak lumpur. Kemungkinan pembersihan dilanjutkan besok karena hari ini sudah memasuki puasa,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menambahkan, dalam beberapa hari ke depan pihaknya akan memfokuskan penanganan pada pembersihan sisa material serta normalisasi aliran sungai.
Bahkan, ia telah mengusulkan mengerahkan alat berat untuk melebarkan dan memperdalam parit serta alur sungai.
Saat ini satu regu yang terdiri atas delapan personel diterjunkan ke lokasi, dibantu warga setempat dalam proses pembersihan dan penataan lingkungan terdampak.
“Sungai di sebelah barat yang menjadi aliran awal banjir hari ini kami cek tertutup material longsor. Akan kami bersihkan dan normalisasi agar alirannya lancar dan tidak menimbulkan dampak kebencanaan lanjutan,” ujarnya. (bas)
Editor : Bahana.