Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menu MBG di Gunungkidul Disesuaikan selama Ramadan, Makanan Kering sehingga Bisa Digunakan Berbuka di Rumah

Yusuf Bastiar • Kamis, 19 Februari 2026 | 08:30 WIB

 

 

PROGRAM PUSAT: Siswa di Wonosari sedang menenteng kotak MBG di sekolahnya.
PROGRAM PUSAT: Siswa di Wonosari sedang menenteng kotak MBG di sekolahnya.

GUNUNGKIDUL - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul dipastikan tetap berjalan selama Ramadan. Namun, mekanisme penyaluran dan jenis menu akan disesuaikan dengan kondisi puasa.

Pendamping Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan menyampaikan, ada penyesuaian mekanisme penyaluran. “Saat puasa, makanan diberikan dalam bentuk kering agar bisa dikonsumsi saat berbuka,” ujarnya saat dihubungi Rabu (18/2).

Saat ini, penyaluran MBG sementata waktu libur hingga Sabtu (21/2). Kemudian akan kembali dilaksanakan mulai Senin (23/2). Selama Ramadan, kata dia, terdapat beberapa skema distribusi. Sedangkan untuk pondok pesantren, MBG akan diberikan menjelang waktu berbuka puasa. Sementara bagi balita, ibu hamil, serta sekolah dengan mayoritas siswa yang tidak berpuasa, penyaluran tetap dilakukan seperti biasa.

Adapun bagi sekolah dengan mayoritas siswa berpuasa, menu akan diubah dari makanan basah menjadi makanan kering yang lebih tahan lama. Tujuannya agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.

Menu yang akan diberikan seperti apel, jeruk, dan pisang. Untuk protein bisa berupa telur rebus, telur asin, kurma, hingga susu. “Ada juga kue seperti pukis dan kue lumpur,” jelasnya.

Data per 26 Januari 2026, lanjutnya, di Gunungkidul terdapat 105 titik SPPG. Sebanyak 66 SPPG telah memiliki kepala SPPG. Dari total tersebut, 53 SPPG sudah operasional, 15 belum operasional, dan 37 lainnya masih dalam tahap persiapan di portal mitra. Total penerima manfaat mencapai 127.452 orang. Rinciannya 107.960 peserta didik, 8.132 kelompok B3 (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui), serta 11.360 tenaga pendidik dan kependidikan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul Mohammad Arif Aldian mengatakan, penyesuaian tersebut mengacu pada Surat Edaran BGN Nomor 3/2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Ramadan, Idul Fitri, dan Imlek 2026. “Prinsipnya, pemenuhan gizi seimbang tetap menjadi perhatian utama,” katanya.

 

Ia menambahkan, Pemkab Gunungkidul tidak mempermasalahkan perubahan mekanisme maupun jenis menu. Sepanjang pelaksanaannya berjalan lancar dan keamanan pangan terjamin. “Yang penting tidak memicu hal-hal yang tidak diinginkan. Keamanan menu harus dipastikan,” tegasnya. (bas/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Gunungkidul #Program makan bergizi gratis (MBG) #ramadan #SPPG #Menu Kering #kabupaten gunungkidul #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #penyesuaian