Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sedikitnya empat titik terdampak.
Salah satu pohon tumbang merupakan beringin berusia ratusan tahun. Akibat peristiwa tersebut, batang beringin menutup akses jalan di jembatan Besari Wonosari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta mengatakan, salah satu kejadian cukup menonjol terjadi di Besari, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari sekitar pukul 00.30.
Pohon beringin berukuran besar dan diperkirakan berusia ratusan tahun tumbang akibat terjangan angin.
“Karena ukurannya besar, pohon tumbang melintang dan sempat menutup akses jembatan penghubung Pedukuhan Winong-Besari,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin, (16/2/2026).
Selain menutup akses jalan, pohon beringin tersebut juga menimpa jaringan listrik dan kabel internet.
Meski demikian, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut. “Sudah tertangani. Akses jalan kembali normal dan korban jiwa nihil,” tegas Edy.
Kejadian serupa juga terjadi di Jatiayu, Kapanewon Karangmojo sekitar pukul 02.00. Pohon jati roboh dan menimpa atap teras rumah milik Sulastri. Akibatnya, teras berukuran sekitar 5x2 meter mengalami kerusakan.
“Tidak ada korban luka. Kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 1 juta,” jelasnya.
Di Girisuko, Kapanewon Panggang, pohon tumbang sekitar pukul 01.00 dini hari menimpa rumah milik Marsiyah.
Dampaknya, genting serta usuk atau kayu penyangga atap mengalami kerusakan. Peristiwa tersebut juga telah ditangani petugas bersama warga setempat.
Sementara di Sumberwungu, Kapanewon Tepus, pohon jati berdiameter sekitar satu meter roboh dan menimpa kandang ternak milik Supandri. Selain kandang, kamar mandi dan kabel listrik turut terdampak.
“Korban jiwa nihil. Kerugian materi sekitar Rp 500 ribu,” tambah Edy.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan disertai angin kencang masih mungkin terjadi.
Ia memastikan tim reaksi cepat tetap siaga untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi melanda wilayah Gunungkidul.
“Kami minta warga memangkas pohon yang sudah lapuk atau terlalu rimbun, terutama yang berada dekat rumah dan akses jalan,” pesannya. (bas)
Editor : Bahana.