Program yang menyasar 1.112 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) itu didanai APBD sebesar Rp 1,32 miliar guna menjamin pemenuhan gizi lansia, anak terlantar, dan penyandang disabilitas di Bumi Handayani.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Gunungkidul Suyono mengatakan, program tersebut telah dipersiapkan matang dengan melibatkan kelompok masyarakat.
Ia mengaku, tim yang ia susun sudah terbentuk, sehingga pelaksanaannya di lapangan bisa dimulai.
“Program sudah dipersiapkan dan rencananya mulai digulirkan Jumat. Setiap penerima manfaat akan menerima jatah makan dua kali sehari selama satu bulan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis, (12/2/2026).
Ia menyebut, menu yang akan diberikan mencakup nasi, lauk, sayur, buah, hingga minuman.
Program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi warga berstatus terlantar, lansia, anak terlantar, hingga kelompok disabilitas yang masuk kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Total pagu anggaran yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp 1.325.160.000. Sasaran penerima bantuan sebanyak 1.112 orang. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan 2025 yang mencapai 1.227 penerima.
“Memang berkurang karena ada yang meninggal dunia atau sudah menerima bansos lain seperti PKH, JSLU, maupun BPNT. Kami harus cermat, perlu validasi agar tidak terjadi dobel penerimaan,” jelasnya.
Suyono menegaskan, penerima manfaat wajib masuk desil satu sampai lima dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selain itu, penerima juga harus memiliki kriteria belum menerima bantuan pemerintah dalam bentuk apa pun.
Karena itu, lanjut dia, sasaran difokuskan kepada lansia, anak terlantar, dan penyandang disabilitas yang belum tersentuh program bantuan. Menurut Suyono, bansos makan gratis ini menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan di Bumi Handayani.
“Selain membantu meringankan beban ekonomi, program tersebut juga menjamin pemenuhan gizi kelompok rentan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Gunungkidul Heppy Ethiwi menambahkan, pagu anggaran tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 1,1 miliar. Kenaikan terjadi karena adanya penyesuaian biaya makan per orang.
“Anggaran makan naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 36 ribu per hari. Karena ada kenaikan itu, pagu yang disediakan juga ikut meningkat,” terangnya.
Program bansos makan gratis yang dibiayai Pemkab Gunungkidul tersebut telah berjalan beberapa tahun terakhir dan diharapkan tahun ini dapat terlaksana dengan lancar serta tepat sasaran. “Kami berharap program ini benar-benar memberi manfaat dan berjalan sesuai rencana,” tandasnya. (bas)
Editor : Bahana.