GUNUNGKIDUL - Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul bersama Perum Bulog Kantor Wilayah DIY melakukan dropping Minyakita di Pasar Argosari Wonosari.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul Ris Heryani mengatakan, total kuota Minyakita yang disalurkan mencapai 720 dus.
Minyak goreng tersebut didistribusikan kepada 24 pedagang toko kendali inflasi yang beroperasi di Pasar Argosari.
“Masing-masing pedagang menerima alokasi 30 dus Minyakita. Selanjutnya dijual kepada masyarakat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya saat dihubungi pada Minggu, (8/2/2026).
Menurut Ris, dropping Minyakita ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan minyak goreng di pasaran, menstabilkan harga, serta menekan potensi lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Ramadhan dan HBKN.
“Melalui intervensi pasokan ini, kami berharap masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sehingga daya beli tetap terjaga,” terangnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja terus berkomitmen melakukan pengendalian inflasi secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bulog dan pelaku pasar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengingatkan, masyarakat agar tidak panik menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang puasa dan lebaran.
“Memang ada potensi kenaikan harga jelang Ramadhan dan Idulfitri. Tapi masyarakat tidak perlu panik dengan memborong barang,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Disnakertrans Gunungkidul berencana menggelar operasi pasar pada triwulan pertama 2026.
Operasi pasar tersebut akan menyediakan kebutuhan bahan pokok dengan total mencapai 26 ton.
“Operasi pasar akan kami laksanakan tiga kali, dengan lokasi di Pasar Argosari, Wonosari, dan Playen. Pelaksanaannya rentang Februari hingga Maret,” jelas Kelik.
Adapun bahan pokok utama yang disediakan dalam operasi pasar meliputi minyak goreng dan gula pasir.
Namun demikian, tidak menutup kemungkinan komoditas lain seperti telur dan beras juga akan disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasar.
“Tujuannya jelas, agar stok aman dan harga di pasaran tetap stabil menjelang puasa dan Lebaran,” pungkasnya. (bas)