Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Kabupaten Gunungkidul, Teras hingga Talut Rumah Warga Ambrol Terdampak Gempa Pacitan

Yusuf Bastiar • Jumat, 6 Februari 2026 | 20:26 WIB

 

Talut di samping rumah milik Suparnin, 54, longsor setelah gempa, dengan ukuran panjang sekitar 6 meter dan tinggi 4 meter.
Talut di samping rumah milik Suparnin, 54, longsor setelah gempa, dengan ukuran panjang sekitar 6 meter dan tinggi 4 meter.

GUNUNGKIDUL - Gempa bumi bermagnitudo 6,4 tidak hanya merusak rumah warga di Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, tetapi juga menyebabkan ambrolnya talut rumah di Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar.

BPBD Gunungkidul mencatat setidaknya ada dua bangunan terdampak akibat guncangan gempa ini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen, rumah milik Sumarwanto, 41, warga Padukuhan Semanu Selatan, Kalurahan Semanu, mengalami kerusakan pada bagian teras.

"Pemilik rumah terbangun karena kaget mendengar suara pecahan asbes saat terjadi gempa," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).

Akibat guncangan itu, teras rumah berukuran sekitar 4 x 6 meter ambrol. Selain itu, 16 lembar asbes pecah dan enam batang kaso patah. Rumah berukuran 6 x 6 meter itu dihuni lima jiwa, terdiri atas dua anak laki-laki, dua orang dewasa, dan satu lansia.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 2,7 juta.

Selain di Semanu, BPBD juga mencatat talud ambrol di Padukuhan Kedungpoh Lor RT 01/RW 03, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar. Talud di samping rumah milik Suparnin, 54, longsor setelah gempa, dengan ukuran panjang 6 meter dan tinggi 4 meter.

“Talud longsor menutup akses jalan lingkungan antarrumah, sementara jalur itu tidak bisa dilalui,” kata Edy.

Saat kejadian, penghuni rumah sedang beristirahat dan mendengar suara gemuruh dari samping rumah sesaat setelah gempa. Rumah itu dihuni empat jiwa, terdiri atas dua anak dan dua orang dewasa. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir sekitar Rp 3 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menambahkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diterjunkan ke dua lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah kalurahan setempat. Bantuan logistik permakanan telah disalurkan kepada keluarga terdampak.

"Untuk Kedungpoh, rencana tindak lanjut akan dilakukan kerja bakti warga guna membersihkan material longsoran. Kami tetap siaga dan terus menghimpun laporan jika ada dampak lain di wilayah Gunungkidul,” ungkapnya. (bas/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Semanu Gunungkidul #gempa pacitan 2026 #Gempa pacitan #tim reaksi cepat #Kedungpoh #dampak gempa #gempa #gempa bumi #Gunungkidul #lindu #Nglipar #talud #tim reaksi cepat (TRC) bencana gempa #semanu #Nglipar Gunungkidul