Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DPRD Gunungkidul Sebut PAD Pariwisata Berpeluang Tembus Rp5 Miliar per Bulan

Yusuf Bastiar • Jumat, 30 Januari 2026 | 15:56 WIB

Kawasan Pantai Sepanjang dipadati wisatawan menjelang sore hari.
Kawasan Pantai Sepanjang dipadati wisatawan menjelang sore hari.
GUNUNGKIDUL - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul dari sektor pariwisata dinilai masih sangat potensial untuk ditingkatkan.

Bahkan, DPRD Gunungkidul optimistis PAD pariwisata mampu menembus angka Rp5 miliar per bulan, seiring perbaikan tata kelola pemungutan retribusi dan meningkatnya kunjungan wisatawan.

Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini mengungkapkan, optimismenya tersebut didasarkan pada capaian pendapatan di awal tahun 2026 yang dinilai cukup signifikan. Menurutnya, saat pembahasan APBD 2026, DPRD sempat mendorong agar target PAD pariwisata dinaikkan hingga Rp60 miliar per tahun.

“Kami saat pembahasan APBD 2026 meminta agar target PAD pariwisata dinaikkan sampai Rp60 miliar, ya artinya 5 miliar perbulan,” ungkapnya saat ditemui di gedung DPRD Gunungkidul pada Jumat, (30/1/2026).

Kendati demikian, usulan DPRD tersebut, kata Endang, belum disetujui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Sebab, lanjut dia, Pemkab Gunungkidul hanya berani mematok di kisaran Rp36 miliar. Ia menyebutkan, pembahasan target tersebut juga berlangsung alot, sehingga dilakukan melalui beberapa kali rapat.

Mengomentari capaian PAD Pariwisata pada Januari, Endang melihat adanya perubahan positif setelah Pemkab Gunungkidul melakukan penataan petugas pemungutan retribusi di sektor pariwisata pada akhir 2025.

Langkah tersebut dinilai mulai membuahkan hasil nyata. “Setelah dilakukan penggantian petugas penarik retribusi dan penataan kawasan wisata di Pantai Sepanjang dampaknya sangat signifikan terhadap kunjungan,” ujarnya.

Endang mengungkapkan, meskipun pendapatan Januari 2026 belum rampung sepenuhnya, PAD pariwisata sementara telah mencapai sekitar Rp5,4 miliar.

Capaian tersebut semakin menguatkan keyakinan DPRD bahwa sektor pariwisata masih bisa menjadi tulang punggung PAD.

Ia berharap tren positif tersebut dapat dijaga hingga akhir 2026 dengan menekan potensi kebocoran dan memperkuat promosi wisata secara masif.

DPRD, lanjut Endang, juga akan ikut mengawasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dimiliki.

“Sangat mungkin pendapatan PAD pariwisata Rp5 miliar per bulan. Kalau konsisten, dalam setahun bisa mencapai Rp60 miliar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Hary Sukmono menyebutkan, kunjungan wisatawan hingga saat ini masih didominasi kawasan pantai.

Selain itu, munculnya sejumlah destinasi wisata baru turut berpengaruh terhadap lonjakan jumlah kunjungan.

“Pendapatan dari sektor retribusi wisata mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Hary.

Ia mencontohkan, pada Januari 2024 jumlah kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 248.005 orang dengan PAD sebesar Rp1.925.576.295.

Sementara pada Januari 2026 hingga Jumat (23/1/2026), jumlah pengunjung telah mencapai 435.151 orang dengan PAD sebesar Rp5.499.675.250.

Hary menambahkan, jumlah pengunjung maupun pendapatan masih berpotensi terus bertambah hingga akhir Januari. Pihaknya pun optimistis target PAD pariwisata tahun 2026 sebesar Rp36,4 miliar dapat tercapai.

“Selisih pendapatan antara tahun ini dan tahun lalu sekitar Rp3,5 miliar. Di awal 2026 ini terjadi kenaikan pendapatan hingga 185,6 persen,” ungkapnya. (bas)

Editor : Bahana.
#dinas pariwisata #DPRD gunungkidul #PAD Gunungkidul #Gunungkidul #pad pariwisata