Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Paling Kuat Dirasakan di Nglipar, Gempa M 4,5 Akibat Sesar Opak Rusak 10 Rumah dan Fasum di Gunungkidul

Yusuf Bastiar • Selasa, 27 Januari 2026 | 18:25 WIB
Balai Padukuhan Ngasem Kalurahan Ngalang, mengalami kerusakan pada bagian atap.
Balai Padukuhan Ngasem Kalurahan Ngalang, mengalami kerusakan pada bagian atap.

 

GUNUNGKIDUL - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang Kabupaten Gunungkidul dua kali berturut-turut pada Selasa pagi dan siang (27/1). Getaran paling kuat dirasakan oleh warga di kapanewon Nglipar dan Gedangsari.

Di dua lokasi tersebut terjadi kerusakan ringan pada tujuh bangunan rumah dan tiga fasilitas umum. Kendati demikian, guncangan gempa dapat dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta melaporkan, dampak gempa menyebabkan 10 bangunan mengalami kerusakan ringan.

Di Gedangsari, tiga rumah warga dan Balai Padukuhan Ngasem, Kalurahan Ngalang, dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap dengan estimasi kerugian sekitar Rp 2 juta. “Saat ini masih dalam proses penanganan,” terang Edy saat dikonfirmasi pada Selasa sore, (27/1/2026).

Sedangkan, lanjut dia, di Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar, terdapat enam bangunan terdampak, meliputi rumah warga, balai padukuhan, dan sebuah musala dengan kerusakan atap serta dinding retak.

“Total kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp 4 juta. Seluruh dampak tergolong ringan dan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka,” jelasnya.

BPBD Gunungkidul bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI, Polri, Tagana, pemerintah kalurahan, relawan kebencanaan, serta warga setempat telah melakukan asesmen di lokasi terdampak. Penanganan sementara dilakukan secara mandiri oleh warga karena kerusakan relatif ringan. BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.

“Masyarakat harus menghindari pohon besar, tiang listrik, reklame, daerah rawan longsor, dan aliran sungai saat terjadi hujan deras disertai angin kencang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menjelaskan, gempa bumi pertama berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur dan dirasakan hingga Gunungkidul sekitar pukul 08.20 pagi.

Ia menyebut, berdasar data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut merupakan hasil pemutakhiran data dengan magnitudo M5,7, berpusat di darat pada koordinat 8,18° Lintang Selatan dan 111,33° Bujur Timur, atau sekitar 24 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 122 kilometer.

Kemudian, lanjut Purwono, goncangan gempa kembali terjadi pada pukul 13.15. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di darat pada koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,49 Bujur Timur, atau sekitar 16 kilometer arah timur Bantul dengan kedalaman 11 kilometer.

Purwono menegaskan, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 13.45 WIB, tercatat 14 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M2,0.

“Gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Opak. Di Gunungkidul getaran dirasakan dengan skala III MMI, seperti ada truk bermuatan berat melintas,” ujarnya. (bas)

Editor : Heru Pratomo
#gempa #Fasum #Gunungkidul #Nglipar #BPBD #sesar opak