Tanpa Anggaran untuk Tambah Estetika, Pandan Laut dari Lahan Warga Mulai Ditanam di Pantai Sepanjang
Yusuf Bastiar• Kamis, 22 Januari 2026 | 10:10 WIB
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih sedang berdiskusi dengan jajarannya di bawah pohon pandan laut saat melakukan peninjauan pada awal Januari lalu.
GUNUNGKIDUL - Tanpa mengandalkan anggaran khusus, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai menanam pandan laut di kawasan Pantai Sepanjang.
Bibit tanaman endemik pantai tersebut tidak dibeli, melainkan diambil dari lahan milik warga sebagai upaya menghadirkan teduhan alami sekaligus memperkuat perlindungan kawasan pesisir.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, penanaman tersebut merupakan tindak lanjut dari penataan kawasan Pantai Sepanjang sesuai arahan bupati agar kawasan pantai tetap hijau dan memiliki nilai estetika.
“Kami menindaklanjuti penataan kawasan Pantai Sepanjang. Arahan bupati agar kawasan pantai tetap hijau dan kelihatan estetik, sehingga dilakukan penanaman pandan laut yang kami ambil dari lahan warga,” ujar Hary Sukmono saat ditemui di Wonosari pada Rabu, (21/1/2026).
Menurutnya, pihaknya telah melakukan koordinasi terkait penentuan titik tanam dan mulai membuat lubang penanaman.
Dari panjang 600an meter Pantai Sepanjang, kata dia, total terdapat 40 titik tanam dengan jarak antar tanaman sekitar 10 meter.
Hary menegaskan, pandan laut dipilih karena merupakan tanaman endemik lokal yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi agroklimat pesisir, termasuk angin laut dan kandungan garam.
“Kami ingin mengembalikan tanaman endemik lokal. Pandan laut ini kuat menghadapi kondisi agroklimat di lokasi pantai,” terangnya.
Bibit pandan laut yang ditanam memiliki tinggi di atas dua meter. Selain berfungsi sebagai peneduh, tanaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kawasan pantai sekaligus mempercantik lanskap wisata.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Eko Nur Cahyo menilai, penanaman pandan laut merupakan langkah strategis dalam upaya pelestarian pesisir dan mitigasi abrasi.
“Pandan laut memiliki fungsi ekologis penting untuk menahan pasir dan mengurangi dampak abrasi. Selain itu, keberadaan tanaman ini juga mendukung penataan kawasan wisata agar lebih hijau dan nyaman,” tegas Eko.
Ia menambahkan, penanaman tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Satlinmas, pedagang pantai, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
“Dengan keterlibatan banyak pihak, kami berharap upaya pelestarian pantai ini bisa berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan pariwisata,” pungkasnya. (bas)