Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pedagang Lama Keberatan Relokasi PKL Alun-alun Wonosari ke Tamkul: Disdagnaker Gunungkidul Sebut Ini

Yusuf Bastiar • Rabu, 21 Januari 2026 | 20:53 WIB
Pengunjung Taman Kuliner Wonosari terlihat sedang menyantap jajan yang dibelinya.
Pengunjung Taman Kuliner Wonosari terlihat sedang menyantap jajan yang dibelinya.

GUNUNGKIDUL - Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan Alun-alun Wonosari ke Taman Kuliner (Tamkul) Wonosari menuai keberatan dari pedagang lama Tamkul.

Hingga kini, para pedagang mengaku belum menerima pemberitahuan maupun sosialisasi resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Gunungkidul terkait rencana tersebut.

Salah satu yang menyatakan keberatan adalah Iswahyudi. Diakeberatan, masuknya pedagang baru ke Tamkul berdampak langsung pada pendapatan pedagang lama.

Terutama, jika relokasi dilakukan tanpa pengaturan yang jelas, yakni soal menu dagangan yang sama.

“Saya keberatan. Kalau mau masuk ke sini ya harus beda menu. Kalau sama semua, ya repot, bisa berdampak pada penurunan pendapatan harian,” ujarnya saat ditemui di Tamkul Wonosari Rabu (21/1/2026).

Iswahyudi menjelaskan, mulai berjualan di Tamkul sejak 2017. Ia berjualan sejak 2010 saat di pinggir jalan kawasan taman kota sebelum akhirnya direlokasi ke Tamkul.

Menurutnya, pengalaman relokasi membuat pedagang berharap ada komunikasi yang jelas dari pemerintah.

“Sejauh ini enggak ada komunikasi atau pemberitahuan apa-apa ke kami soal PKL Alun-alun Wonosari yang mau direlokasi ke sini. Belum ada sama sekali,” tegasnya.

Ia juga menyoroti potensi persaingan harga yang tidak sehat. Jika pedagang lama sudah menetapkan harga tertentu, sementara pedagang baru menjual dengan harga lebih murah, dampaknya akan langsung dirasakan pedagang yang sudah lama berjualan di Tamkul.

“Misalnya kami jual jajanan harga Rp 2.500, terus yang direlokasi ke sini jual Rp 2.000, kan yang kena imbasnya kami. Tambah saingan, padahal kondisi kami di sini ya sudah seperti ini,” jelasnya.

Karena itu, Iswahyudi berharap pemkab memfasilitasi pertemuan dan sosialisasi antara pedagang lama Tamkul dengan PKL yang akan direlokasi.

Menurutnya, pemerintah perlu menjadi penengah agar tidak terjadi konflik di lapangan.

“Harus ada sosialisasi dan pertemuan dengan dinas. Kalau memang mau ditempatkan di sini, harus ada komunikasi dua arah. Kalau tidak difasilitasi pemerintah kabupaten, bisa ribut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul Kelik Yuniantoromenanggapi, rencana relokasi PKL masih dalam proses koordinasi lintas instansi.

Ia menyebut usulan relokasi PKL Alun-alun Wonosari di area lapangan tenis Tamkul telah disepakati.

Menurut rencana, setelah Lebaran Idul Fitri 2026 akan dilakukan pembangunan perluasan Tamkul, sehingga lapangan tenis dimungkinkan menjadi lokasi sementara.

“Kami siapkan tempatnya. Saya sudah koordinasi dengan pengelola parkir taman kuliner. Selama tidak mengganggu dan di dalam area, tidak masalah,” katanya.

Terkait sosialisasi kepada pedagang lama, Kelik mengaku pihaknya memang tak akan melakukan sosialisasi.

Ia menilai relokasi tidak akan mengganggu selama penempatan dilakukan di dalam area yang telah disiapkan.

Meski demikian, pihaknya tetap akan menyampaikan pemberitahuan secara resmi.

“Saya sudah koordinasi dengan pemilik parkiran di Tamkul, saya sudah titip agar disampaikan ke pedagang di sana. Jadi kita selesaikan dengan cara pertemanan tidak usah terlalu formal,” tegasnya.

Ketika ditanya potensi gesekan antara pedagang pascarelokasi, Kelik menjawab soal jenis menu yang di jual pedagang yang sekarang sudah eksis terlebih dahulu.

Baca Juga: Sebut Korban Bawa Sajam dan Diduga Akan Lakukan Klithih, Tujuh Terdakwa Pengeroyokan di Mlati Mohon Keringanan Hukuman

Sehingga, kata dia, dengan kondisi demikian pedagang lama tidak terlalu dirugikan.

“Ya, meskipun jenis jualannya sama, selama tidak berjualan di trotoar depan Tamkul. Kalau di trotoar itu yang pasti ribut, karena lokasinya di depan tamkul. Nah lapangan tenis ini kan di belakang taman kuliner,” imbuhnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Taman Kuliner #PKL alun alun #wonosari #Disdagnaker Gunungkidul #Relokasi #pedagang