Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perkuat Gerakan Lingkungan Berbasis Masyarakat, Yayasan Lima Lima Rastra Tanam 3.000 Pohon

Kusno S Utomo • Senin, 19 Januari 2026 | 07:15 WIB
BERKELANJUTAN: Ratih Safitri Sulistyowati turun langsung dalam gerakan menanam 3000 pohon yang diinisiasi Yayasan Lima Lima Rastra di Patuk dan Paliyan, Gunungkidul.
BERKELANJUTAN: Ratih Safitri Sulistyowati turun langsung dalam gerakan menanam 3000 pohon yang diinisiasi Yayasan Lima Lima Rastra di Patuk dan Paliyan, Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL - Yayasan Lima Lima Rastra terus mendorong dan membangun kesadaran cinta terhadap lingkungan.

Dengan begitu, diharapkan tercipta kesadaran kolektif gerakan lingkungan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

“Sekaligus memperkuat nilai gotong royong dalam menjaga alam,” ujar Founder (Pendiri) Yayasan Lima Lima Rastra Ratih Safitri Sulistyowati Minggu (18/1/2026).

Sehari sebelumnya, Ratih menginisiasi penanaman 3.000 pohon berbagai jenis di Kapanewon Patuk dan Paliyan, Gunungkidul, yang berlangsung pada Sabtu (17/1/2026).

Penanaman dilakukan secara serentak di sejumlah lokasi di kedua kapanewon tersebut.

Secara simbolis acara dipusatkan di Dusun Padangan, Nglegi, Patuk, Gunungkidul. Kegiatan tersebut bertajuk “Menanam Harapan, Merawat Kelestarian Alam”. 

Gerakan menanam 3.000 pohon itu melibatkan berbagai elemen. Masyarakat setempat dan didukung mahasiswa. 

Itu sebagai bentuk kolaborasi nyata antara Yayasan Lima Lima Rastra, warga, dan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Ratih menerangkan, Yayasan Lima Lima Rastra merupakan lembaga sosial. Di antaranya, bergerak di bidang literasi, pendidikan, dan kepedulian lingkungan.

“Fokusnya pemberdayaan masyarakat melalui aksi nyata dan berkelanjutan,” terangnya.

Penanaman 3.000 pohon dilakukan serentak di beberapa lokasi strategis. Ratih turun memimpin langsung.

Dikatakan, langkah itu sebagai upaya jangka panjang meningkatkan tutupan hijau. Menjaga keseimbangan ekosistem, memberikan manfaat ekologis  maupun ekonomis bagi masyarakat.

Menurut dia, gerakan menanam pohon harus menjadi aksi nyata yang berkelanjutan.Menanam pohon berarti menanam harapan.

Harapan lingkungan yang lestari. Masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

“Ini menjadi komitmen kami untuk terus hadir dan bekerja bersama masyarakat,” ujar Ratih.

Adapunn  3.000 pohon yang ditanam terdiri dari petani sebanyak 500 pohon, jambu (100), sengon (1.000), sirsak (500), pucuk merah (400) dan tabebuya 500 pohon. Dukuh Padangan Suharjono mengapapresiasi dan mengucapkan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Baru kali ini  ada yayasan yang benar-benar turun langsung dan serius merawat lingkungan. Ini bukan hanya menanam pohon, tapi menanam kepedulian,” ungkap Suharjono yang juga pengelola lahan Pendapa Gunung Tugu ini.

Di bagian lain, Ratih juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak mendukung aksi kepedulian tersebut.

Dukungan baik dalam bentuk material, bibit tanaman, maupun moral. Dengan begitu,  kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.

Penanaman 3.000 pohon itu juga dihadiri Ketua DPRD DIY Nuryadi dan Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul Mega Nusantara Wati PA.

Keduanya dinilai memilki komitmen dan dukungan penuh atas upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi Yayasan Lima Lima Rastra. (kus)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#gerakan lingkungan #Yayasan Lima Lima Rastra #tanam pohon #berbasis masyarakat