GUNUNGKIDUL - Hujan yang mengguyur wilayah selatan Gunungkidul mengakibatkan sebuah pohon waru tumbang dan menimpa rumah warga di Padukuhan Pringombo C, Kalurahan Pringombo, Kapanewon Rongkop Rabu (14/1/2026) malam.
Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menjelaskan, kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00.
Ia menyebut, pohon tumbang diduga akibat akar yang tidak kuat menopang batang pohon, sehingga terangkat dari tanah.
“Penyebabnya karena akar pohon sudah tidak kuat, ditambah kondisi tanah yang basah akibat hujan sejak sore hari,” ujar Edy Kamis (15/1/2026).
Berdasarkan hasil asesmen BPBD, pohon waru berdiameter sekitar satu meter itu menimpa rumah milik Wida, 46, warga setempat.
Saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di rumah tetangga yang berjarak sekitar lima meter dari lokasi kejadian.
“Pemilik rumah mendengar suara keras, setelah dicek ternyata pohon tumbang menimpa rumah. Kondisi rumah mengalami kerusakan ringan pada bagian atap,” jelasnya.
Kerusakan terjadi pada atap teras berukuran sekitar 2,4 x 5,5 meter serta atap dapur di dua titik dengan luasan masing-masing 2 x 2 meter dan 2 x 2,5 meter.
“Total kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 3 juta,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menambahkan, pihaknya telah melakukan asesmen di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan serta warga setempat.
Koordinasi juga dilakukan antara pemilik rumah terdampak dan pemilik pohon untuk penanganan lanjutan.
“Langkah awal sudah dilakukan, selanjutnya dilaksanakan kerja bakti warga untuk membersihkan material pohon yang tumbang,” ujarnya.
Kebutuhan mendesak di lokasi berupa logistik pendukung kerja bakti. Purwono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, mengingat potensi pohon tumbang masih bisa terjadi.
“Jika ada pohon yang kondisinya rawan, sebaiknya segera dilaporkan agar bisa dilakukan penanganan lebih awal,” imbaunya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita