Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Petani Pesisir Selatan Gunungkidul Sudah Mulai Panen, Produktivitas Padi Gogo Lahan Kering Capai 5,3 Ton per Hektare

Yusuf Bastiar • Jumat, 16 Januari 2026 | 18:53 WIB

 

MUSIM TANAM: Petani Padi Gogo di pesisir selatan mengawali panen di pertengahan Januari 2026.
MUSIM TANAM: Petani Padi Gogo di pesisir selatan mengawali panen di pertengahan Januari 2026.

GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul (DPP) mencatat hasil panen padi lahan kering atau padi gogo menunjukkan produktivitas yang menggembirakan, terutama di wilayah zona selatan.

Dari lahan seluas 1.300 meter persegi yang telah ditanami pada musim tanam pertama 2025/2026 diperoleh 28 sak gabah atau sekitar 7000 kilogram gabah kering.

Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan DPP Gunungkidul Danang Sutopo mengatakan, panen padi gogo sudah dilaksanakan di sejumlah lokasi bersamaan dengan monitoring pertanaman padi dan palawija.

“Sala satunya itu di lahan milik Pak Sumarsono sudah panen Selasa (13/1/2026) kemarin,” ujarnya saat ditemui wartawan di Wonosari Kamis (15/1/2026).

Jika dikonversikan, kata dia, produktivitas padi gogo di lahan tersebut mencapai sekitar 5,3 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Varietas yang ditanam adalah pajajaran.

Selain itu, panen padi gogo juga telah dilakukan lebih awal pada 5 Januari 2026 di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo.

Tepatnya di Kelompok Tani Mekar Arum, Padukuhan Kandri, dengan varietas padi M70D. Hasil panen di wilayah tersebut mencapai produktivitas sekitar 5 ton GKP per hektare.

“Sementara di Kapanewon Purwosari juga mulai panen. Saat ini sedang dilakukan panen sekaligus ubinan di Poktan Werdo Makmur, Kalurahan Giripurwo,” jelasnya.

Hasil ubinan di Purwosari menunjukkan produktivitas padi gogo sekitar 3,5 ton GKP per hektare dengan varietas Segreng Handayani.

Terpisah, Kepala DPP Gunungkidul Rismiyadi menjelaskan, panen padi gogo saat ini masih terbatas dan baru sekitar 5 persen dari total luas tanam.

Panen diperkirakan akan berlangsung serentak mulai akhir Januari hingga Februari 2026. “Rata-rata produktivitas padi gogo diperkirakan bisa mencapai kisaran 5 ton per hektare,” ujarnya.

Pada musim tanam pertama 2025/2026, DPP Gunungkidul mencatat luas tanam padi mencapai 42.743 hektare.

Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 108,3 ton untuk luasan sekitar 4.332 hektare.

Selain benih, penyerapan pupuk bersubsidi sepanjang 2025 juga tergolong tinggi. Petani Gunungkidul tercatat telah menyerap 11.727 ton pupuk urea dan 11.742 ton pupuk NPK.

“Dengan dukungan sarana produksi dan kondisi pertanaman yang cukup baik, kami berharap produksi padi dan palawija di Gunungkidul terus meningkat,” imbuhnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#DPP Gunungkidul #Padi Gogo #panen #lahan kering #Petani #produktivitas padi #pesisir selatan