JOGJA- SMK Negeri 1 Tanjungsari yang berlokasi di Jalan Baron, Rejosari, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul menjadi lokasi yang kerap dilanda banjir saat terjadi hujan lebat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah melakukan assesmen dan berencana membuat rekomendasi agar dilakukan penanganan lebih lanjut pada bangunan tersebut.
"Hujan lebat pertama kali di tahun 2026 kemarin yang terkena dampak di gedung itu dan sekitar Baron," ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
Gedung SMK tersebut menjadi langganan banjir ketika hujan lebat melanda. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops kemudian melakukan assesmen di lapangan. Hasilnya, diperkirakan lokasi gedung SMK itu berada di bidang tanah yang lebih rendah atau cekungan.
"Memang di situ cekungan ya, setiap tahun itu menjadi langganan banjir gitu," bebernya.
Dugaanya, cekungan itu mebuat lahan sekitar gedung menjadi tampungan air dari daerah sekitarnya. Ia juga menduga bahwa lokasi tersebut dulunya memang seperti tadah hujan atau embung.
"Jadi embung lah ketika musim penghujan, menjadi tampungan karena memang posisinya pada posisi yang berada di bawah," jelasnya.
Disebutkan bila terjadi banjir, air di sana sampai masuk pada ruang-ruang kelas. Sehingga, proses belajar mengajar siswa terganggu. Bahkan sampai tidak bisa diberlangsungkan. Maka dari itu, pihaknya berencana akan menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) untuk melakukan penanganan lanjutan.
"Kalau memungkinkan relokasi ya relokasi kalau tidak ya menaikkan bangunan. Sehingga di bawah tidak digunakan untuk kegiatan," ucapnya.
Ia belum bisa memperkirakan tindakan lanjutan itu akan direalisasikan kapan. Sebab, proses tersebut memerlukan perencanaan dan koordinasi dengan melibatkan dinas terkait. Sementara yang dilakukan BPBD adalah memberikan sosialisasi kepada warga sekolah tersebut agar lebih antisipatif.
"Tidak bisa seketika to, kalau penanganan lanjutan jangka menengah atau panjangnya seperti penaikan gedung, kemudian juga kalau dimungkinkan anggarannya relokasi, begitu," tandasnya.
Terpisah, Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan belum ada laporan secara resmi terkait rencana upaya tindak lanjut di SMK Negeri 1 Tanjungsari, Gunungkidul. Namun, apabila itu memang masuk dalam kategori membahayakan, ia mendorong agar segera dilakukan penanganan.
"Laporan secara resmi nya belum masuk terkait hal itu," ujarnya.
Ia juga belum tahu detail informasi kondisi di lapangan seperti apa. Misal, jumlah total siswa dan informasi lainnya. Hal itu guna menentukan upaya lanjutan seperti melakukan pengelompokan kelas agar proses belajar mengajar berjalan.
"Bisa diregrouping atau tidak, atau memang harus direlokasi ke tempat yang lain yang lebih aman, rincinya saya belum mendapatkan laporan," bebernya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin