Hingga Minggu (11/1), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif di darat maupun laut, meski terkendala cuaca buruk.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I, Sunu Handoko, mengatakan laporan orang hilang diterima pada Sabtu (10/1) pukul 06.30 pagi.
Informasi awal berasal dari warga yang menemukan peralatan memancing serta makanan dan minuman di lokasi, tanpa ada orang di tempat kejadian.
“Setelah laporan masuk, kami langsung berkoordinasi dengan Polsek Girisubo, Polair, TNI AL, Basarnas, dan instansi terkait untuk melakukan pencarian,” ujar Sunu saat dikonfirmasi pada Minggu, (11/1/2025).
Korban diketahui bernama Wasgito, 39, warga Widomartani, Ngemplak, Sleman.
Selain Wasgito, terdapat satu orang lain yang diduga ikut memancing, namun hingga kini identitasnya belum diketahui.
Menurut Sunu, berdasarkan keterangan saksi, korban datang ke Tebing Grendan bersama rekannya, Bagas, 22, warga Sleman pada Jumat (9/1) sore.
Ia menyampaikan, mereka mulai memancing sekitar pukul 16.00. Namun, setengah jam kemudian hujan turun, sehingga keduanya mendirikan tenda darurat.
“Sekitar malam hari, ada satu orang lagi yang datang menyusul. Menurut keterangan, orang tersebut merupakan rekan korban, namun bukan warga sekitar,” jelas Sunu.
Karena kondisi tubuh basah dan kedinginan, saksi Bagas memutuskan pulang sekitar pukul 18.30, sementara korban tetap berada di lokasi.
Upaya menghubungi korban melalui pesan singkat pada malam hari tidak mendapatkan respons. Keesokan paginya, saksi mendapat informasi dari komunitas pemancing tentang adanya dugaan pemancing hilang di Tebing Grenda.
“Ciri-ciri barangnya sesuai milik korban,” tegas Sunu.
Sementara itu, Kapolsek Girisubo AKP Agus Supriyanta membenarkan, adanya laporan tersebut.
Ia memastikan aparat kepolisian turut terlibat dalam operasi pencarian bersama tim SAR gabungan.
“Pencarian dilakukan dengan penyisiran darat di sekitar tebing dan penyisiran laut menggunakan perahu dari Pantai Sadeng dan Wediombo,” ujar Agus.
Memasuki hari kedua pencarian, tim dibagi menjadi dua unsur, yakni tim darat dan tim laut.
Tim darat menyisir area TKP hingga beberapa kilometer ke arah timur, termasuk Tebing Sinden dan Tebing Dengkeng. Sementara tim laut melakukan penyisiran perairan dengan radius hingga tiga mil laut.
Namun, cuaca ekstrem menjadi kendala utama. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan peningkatan gelombang, sehingga beberapa kali perahu pencari harus kembali ke darat demi keselamatan.
“Hingga saat ini korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian akan terus kami lanjutkan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan personel,” tegas AKP Agus. (bas)
Editor : Bahana.