Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Amblesan Tanah Sedalam Tiga Meter Terjadi di Dalam Rumah Warga Girikarto Panggang Gunungkidul, Begini Kondisinya

Yusuf Bastiar • Jumat, 9 Januari 2026 | 14:29 WIB

Amblesan tanah sedalam sekitar tiga meter terjadi di rumah warga Padukuhan Bolang RT 003 RW 002, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul.
Amblesan tanah sedalam sekitar tiga meter terjadi di rumah warga Padukuhan Bolang RT 003 RW 002, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul.
GUNUNGKIDUL - Amblesan tanah sedalam sekitar tiga meter terjadi di rumah warga Padukuhan Bolang RT 003 RW 002, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul.

Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah terpaksa mengungsi karena bangunan dinyatakan tidak layak huni dan membahayakan keselamatan.

Peristiwa tanah ambles itu menimpa rumah milik Sujanto. Amblesan terjadi di bagian bawah bangunan, tepatnya di area dapur, dan membentuk rongga besar serta dalam.

Meski dipicu hujan deras pada 26-27 Desember 2025 lalu, kejadian baru diketahui pemilik rumah pada Rabu (7/1) sekitar pukul 08.00 pagi.

Lurah Girikarto, Sumardiyono, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama menyebabkan daya resap tanah menurun, sehingga memicu terjadinya amblesan.

“Amblesan berada tepat di bawah rumah dengan kedalaman kurang lebih tiga meter. Rongga di bawah dapur cukup besar dan membahayakan bangunan. Atas rekomendasi geologi, rumah tidak bisa ditempati lagi,” ujar Sumardiyono saat dihubungi pada Jumat, (9/1/2026)

Ia menyampaikan, amblesan dengan panjang sekitar 4 meter, lebar 6 meter, dan kedalaman mencapai 3,5 meter ini memaksa pemilik rumah mengungsi akibat trauma dan potensi bahaya lanjutan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, warga bersama Pemerintah Kalurahan Girikarto melakukan pembongkaran atap rumah secara gotong royong sebagai langkah mitigasi awal.

Keluarga terdampak yang berjumlah lima jiwa kemudian direlokasi sementara ke rumah kerabat.

“Pada saat amblesan terjadi kondisi cuaca saat itu cerah berawan, namun tanah telah jenuh akibat hujan deras sebelumnya,” tegas dia.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengatakan hasil asesmen menunjukkan kerusakan dapat mengancam keseluruhan bangunan.

BPBD Gunungkidul telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari asesmen lapangan, pengamanan lokasi, hingga pengiriman bantuan logistik bahan makanan pokok untuk mendukung kegiatan kerja bakti warga.

“Objek terdampak satu unit rumah dengan jumlah penghuni lima jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Perkiraan kerugian material mencapai Rp10 juta,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Edy, Pemerintah Kalurahan Girikarto dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Girikarto telah berkoordinasi dengan Dinas PUPRKP Kabupaten Gunungkidul.

Kerja sama juga dilakukan dengan Pusdalops BPBD DIY dan BPPTKG DIY guna melakukan kajian lanjutan terhadap kondisi geologi wilayah tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan dengan intensitas tinggi,” tegasnya.

Langkah ini, menurutnya dilakukan untuk memastikan keamanan kawasan sekitar yang masih dihuni sekitar 20 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 85 jiwa.

Mengingat wilayah Panggang merupakan kawasan karst yang rawan amblesan dan longsor.

“Segera melapor apabila menemukan tanda-tanda awal bencana seperti retakan tanah, lantai rumah yang turun, atau munculnya rongga di sekitar permukiman,” imbuhnya. (bas)

Editor : Bahana.
#tanah ambles #Panggang Gunungkidul #rumah warga