Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kabar Baik di Awal Tahun: Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Turun Rp 10 Ribu Per Kilogram

Yusuf Bastiar • Kamis, 8 Januari 2026 | 21:22 WIB

 

MASIH AMAN: Pedagang di Pasar Playen sedang berjaga di tokonya Selasa (23/12/2025).
MASIH AMAN: Pedagang di Pasar Playen sedang berjaga di tokonya Selasa (23/12/2025).

 

GUNUNGKIDUL - Pergerakan harga kebutuhan pokok di pasaran Kabupaten Gunungkidul pada awal Januari 2026 terpantau relatif stabil. Meski terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagker) Gunungkidul menilai fluktuasi tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali.

Kepala Bidang Perdagangan Disdagker Gunungkidul Ris Heni mengatakan, dinamika harga di awal tahun umumnya dipengaruhi faktor pasokan dan distribusi, terutama pascalibur akhir tahun.

“Tidak ada lonjakan ekstrem dan sebagian komoditas justru mengalami penurunan harga,” ujar Ris Heni saat ditemui di Wonosari pada Kamis, (8/1).

Ia mencontohkan, harga daging ayam berada di kisaran Rp 36 ribu per kilogram atau turun Rp 4 ribu dibanding sebelumnya. Telur ayam ras juga mengalami penurunan tipis menjadi Rp 29 ribu per kilogram.

Sementara harga daging sapi masih stabil di angka Rp 130 ribu per kilogram. Untuk komoditas beras, harga beras medium tercatat Rp 13.200 per kilogram dan beras premium Rp 14.900 per kilogram. Keduanya masih berada pada level stabil.

Komoditas gula pasir curah berada di kisaran Rp 16.500 per kilogram, naik tipis Rp 500, sedangkan minyak goreng premium tercatat Rp 19 ribu per liter dan minyak goreng curah Rp 19.500 per liter.

“Minyak Kita masih stabil di harga Rp 15.700 per liter. Kenaikan yang terjadi relatif kecil,” jelasnya.

Pada kelompok bumbu dapur, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit merah turun Rp 10 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram, cabai besar merah turun Rp 5 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram, dan bawang merah turun Rp 2 ribu menjadi Rp 38 ribu per kilogram.

Bawang putih honan juga turun menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Namun demikian, terdapat komoditas yang mengalami kenaikan, seperti bawang bombay yang naik Rp 2 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Ris Heni menegaskan, kenaikan tersebut masih dalam rentang fluktuasi normal pasar.

Baca Juga: Asuransi Gagal Panan 2026 Baru Sasar Satu Lokasi di Persawahan Bulak Ngaglik, Dipilih karena Kriteria Ini

“Naik-turunnya harga ini masih dipengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan. Stok di Gunungkidul sejauh ini aman,” ujarnya.

Kepala Disdagker Gunungkidul Kelik Yuniantoro menambahkan pihaknya terus melakukan pemantauan harga secara rutin di pasar-pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga sekaligus mengantisipasi potensi gejolak.

“Kami pantau harga setiap hari. Kalau ada indikasi kenaikan tidak wajar, kami akan segera koordinasi dengan distributor dan instansi terkait,” ujar Kelik.

Menurutnya, kondisi pasokan kebutuhan pokok di Gunungkidul masih mencukupi. Beberapa komoditas seperti jagung pipilan kering tercatat stabil di harga Rp 8 ribu per kilogram, kacang tanah kupas Rp 33 ribu per kilogram, dan kedelai impor Rp 10 ribu per kilogram.

Untuk komoditas buah-buahan, harga juga relatif stabil. Buah apel berada di kisaran Rp 20 ribu per kilogram, jeruk Rp 24 ribu per kilogram, pisang ambon Rp 28 ribu per kilogram, dan anggur Rp 60 ribu per kilogram.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik. Kenaikan harga di awal tahun ini masih dalam batas normal dan belum mengarah pada inflasi yang mengkhawatirkan,” tandas Kelik. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#wonosari #Bumbu Dapur #Gunungkidul #kelik #Disdagker #cabai rawit #Pasar Playen #harga cabai #komoditas