BPBD Gunungkidul Salurkan 224 Rit Air Bersih, Dampak Bencana 2025 Disebut Capai Rp 5,06 Miliar
Yusuf Bastiar• Kamis, 8 Januari 2026 | 06:20 WIB
TERSEDIA: Pemkab Gunungkidul menganggarkan 1.500 tangki air bersih untuk menghadapi kemarau. Namun sampai saat ini, baru tersalurkan delapan tangki.
GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat sepanjang Januari hingga Desember 2025 telah melakukan berbagai upaya penanganan kedaruratan. Mulai dari distribusi air bersih hingga penanganan dampak bencana alam. Total kerugian akibat bencana di wilayah ini ditaksir mencapai Rp 5,06 miliar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta mengatakan, salah satu fokus utama BPBD selama 2025 adalah pendistribusian air bersih bagi wilayah yang terdampak kekeringan. “Selama 2025, kami telah menyalurkan air bersih sebanyak 224 rit yang bersumber dari APBD,” ujar Edy kepada wartawan Rabu (7/1).
Distribusi air bersih tersebut menjangkau 9 kapanewon dan 11 kalurahan. Wilayah penerima terbanyak berada di Kapanewon Rongkop dengan 92 rit, disusul Tepus sebanyak 60 rit. Sementara kapanewon lain seperti Patuk, Semin, Ngawen, Gedangsari, Nglipar, Paliyan, dan Saptosari juga menerima bantuan sesuai tingkat kebutuhan.
“Total volume air bersih yang disalurkan mencapai sekitar 1.224.000 liter,” jelasnya.
Selain kekeringan, BPBD juga mencatat berbagai jenis bencana yang terjadi di Gunungkidul sepanjang 2025. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, terdapat 18 kapanewon yang terdampak bencana. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menyampaikan, jenis bencana yang paling sering terjadi adalah angin kencang.
“Selama 2025, tercatat 367 kejadian angin kencang, 119 kejadian tanah longsor, 75 kejadian kebakaran, dan 20 kejadian banjir,” ungkap Purwono.
Dari rangkaian kejadian tersebut, lanjut dia, BPBD mencatat dampak kerusakan pada fasilitas pribadi maupun fasilitas umum. Pada sektor fasilitas pribadi, kerusakan meliputi 299 rumah, 47 kandang ternak, dan 4 kendaraan.
Sementara pada fasilitas umum, tercatat kerusakan 20 jaringan listrik, 89 talut, 56 ruas jalan, 8 gedung, 21 kios, 4 gudang, 11 fasilitas peribadatan, 8 fasilitas pendidikan, 1 sarana komunikasi, dan 13 lahan. Akumulasi kerusakan dari seluruh kejadian bencana itu kami perkirakan mencapai Rp 5.065.560.000.
“Berdasar yang kami rekap, akumulasinya sampai segitu,” jelasnya. (bas)