GUNUNGKIDUL - Penataan kawasan Pantai Sepanjang turut menarik perhatian pengelola wisata pantai lain untuk ikut ditata. Seperti Pantai Drini dan Pantai Ngobaran.
“Setelah melihat penataan Pantai Sepanjang, mereka juga ingin (kawasan pantai, Red) ditata oleh pemerintah kabupaten,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto saat ditemui wartawan di Pantai Sepanjang Rabu (7/1).
Menurutnya, permintaan penataan datang dari unsur yang berbeda. Untuk Pantai Drini, kata Rakhmadian, permohonan disampaikan langsung oleh lurah setempat. Sementara di Pantai Ngobaran, aspirasi datang dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Ia menegaskan, sejak awal penataan Pantai Sepanjang memang dirancang sebagai percontohan penataan pantai di Gunungkidul. Konsep yang diusung adalah penataan alami, tanpa menghilangkan karakter pantai sebagai bentang alam terbuka. “Bukan destinasi wisata buatan. Nantinya bisa dilihat jelas perbedaannya sebelum ditata dan setelah ditata,” tegasnya.
Ia menyebut, antusiasme pantai lain untuk mengikuti konsep tersebut menjadi indikator respons positif. Bahkan, Rakhmadian menyebut ada semacam iri positif dari destinasi lain yang berharap mendapatkan sentuhan serupa. “Pantai lain ikut iri dalam artian positif. Mudah-mudahan setelah Pantai Sepanjang selesai, penataan bisa dilanjutkan ke pantai-pantai lainnya,” harapnya.
Saat ini, Pemkab Gunungkidul masih fokus menuntaskan penataan Pantai Sepanjang. Rakhmadian menyebut dukungan dana keistimewaan pun tengah diupayakan.
“Kalau danais bisa turun, penataan Pantai Sepanjang bisa tuntas. Termasuk penerangan jalan umum dari dinas perhubungan dan penguatan daya tarik melalui berbagai event,” ujarnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita