Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Habiskan Rp 60 Juta Hasil Akhir Jernih dan Tak Berbau, SPPG Playen 1 Gunakan IPAL Bioteknologi Olah Limbah Dapur

Yusuf Bastiar • Rabu, 7 Januari 2026 | 09:10 WIB

 

Pengelola Yayasan Lentera Cikal Bangsa SPPG Playen 1 Hari Pranowo sedang menujukan sistem IPAL Biotek yang diterapkan di SPPG-nya.
Pengelola Yayasan Lentera Cikal Bangsa SPPG Playen 1 Hari Pranowo sedang menujukan sistem IPAL Biotek yang diterapkan di SPPG-nya.

 

 

GUNUNGKIDUL - Komitmen menjaga lingkungan ditunjukkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Playen 1 dengan menerapkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berbasis bioteknologi. Sistem ini dirancang khusus untuk mengolah limbah cair dari aktivitas dapur penyediaan makanan bagi ribuan siswa. Sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.

Pengelola Yayasan Lentera Cikal Bangsa SPPG Playen 1 Hari Pranowo menjelaskan, IPAL biotek yang dipasang memiliki kapasitas tampung hingga 4.000 liter. Dalam operasional harian, sistem tersebut mampu mengolah sekitar 3.000 liter air limbah dapur.

“Pengerjaan IPAL ini kurang lebih satu bulan. Total anggaran yang kami siapkan sekitar Rp 60 juta, sudah termasuk seluruh instalasi. Ini memang bentuk komitmen kami agar limbah dapur tidak mencemari lingkungan,” ujar Hari saat ditemui di SPPG Playen 1 pada Selasa, (6/1).

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan uji laboratorium terhadap air hasil pengolahan. Air limbah tersebut telah melalui proses penyaringan hingga tiga kali sebelum dinyatakan aman. Menurutnya, penerapan IPAL biotek ini menjadi terobosan karena baru diterapkan di dapur SPPG Playen 1.

Dengan volume produksi makanan yang tinggi setiap hari, pengelolaan limbah yang tepat dinilai mutlak diperlukan.

“Uji lab ini untuk memastikan air benar-benar aman, terutama sebagai antisipasi jika terjadi rembesan atau hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

IPAL biotek di SPPG Playen 1 bekerja dengan sistem bertahap menggunakan tiga tong utama. Seluruh air sisa limbah dapur dialirkan ke tong pertama dengan bantuan mesin pompa, kemudian dicampur cairan bakteri khusus yang berfungsi mengurai limbah organik.

Selanjutnya, air mengalir ke tong kedua untuk proses filtrasi. Pada tahap akhir, air masuk ke tong ketiga, di mana kondisinya sudah jernih dan tidak berbau.

“Seluruh air limbah dapur kini wajib masuk IPAL biotek sebelum dibuang atau dimanfaatkan kembali. Pengelolaan limbah menjadi bagian penting dari operasional dapur gizi,” tegas Hari.

Sementara itu, Kepala SPPG Playen 1, Rama Jatu, menyebut dapur gizi tersebut melayani sekitar 4.000 siswa dari 29 sekolah. Tingginya aktivitas dapur berbanding lurus dengan volume limbah yang dihasilkan.

Ia berharap, penerapan IPAL biotek di SPPG Playen 1 dapat menjadi contoh pengelolaan limbah dapur yang ramah lingkungan, khususnya bagi dapur pelayanan publik dengan skala besar di Gunungkidul.

“Dengan produksi makanan yang besar setiap hari, kami menyadari sistem ini harus dijaga dengan baik,” kata Rama. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Biotek #dapur #Playen #limbah cair #IPAL #SPPG