Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Libur Nataru Alun-Alun Wonosari Minim Sampah, Petugas Kebersihan Digeser ke Destinasi Wisata Pantai

Yusuf Bastiar • Selasa, 6 Januari 2026 | 21:15 WIB
Kondisi sampah wisatawan di dalam kawasan Pantai Siung.
Kondisi sampah wisatawan di dalam kawasan Pantai Siung.

 

GUNUNGKIDUL - Volume sampah di Kabupaten Gunungkidul mengalami kenaikan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, lonjakan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan terkendali. Kenaikan utamanya dipicu meningkatnya kunjungan wisatawan ke destinasi wisata, terutama kawasan pantai.

Kepala UPT TPAS Wukirsari Gunungkidul Heri Kuswantoro menyampaikan, rata-rata sampah yang masuk ke TPAS Wukirsari pada hari biasa berkisar 50,6 ton per hari. Saat libur Nataru, angka tersebut naik menjadi sekitar 53,38 ton per hari.

Ia menyebut, khusus sampah dari aktivitas wisata, biasanya sekitar 1,7 ton per hari. Saat libur Nataru ini, kata dia, naik menjadi sekitar 2,3 ton per hari.

“Angka ini masih wajar, karena sebelumnya juga pernah di kisaran 2,1 ton per hari,” ujar Heri saat ditemui di Wonosari, (6/1).

Menurutnya, pengelolaan sampah di destinasi wisata dilakukan melalui beberapa skema, mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R), hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sampah residu dari TPS3R selanjutnya dibuang ke TPAS Wukirsari.

“Sampah yang masuk ke TPA terdiri dari organik dan anorganik. Sampah rumah tangga juga masih tercampur sampai ke TPA,” jelasnya.

Heri menambahkan, lonjakan volume sampah selama libur Nataru memang terjadi hampir setiap tahun. Hal itu seiring dengan lonjakan kunjungan wisatawan. Meski demikian, pihaknya memastikan penanganan tetap berjalan optimal.

Petugas kebersihan di kawasan pantai telah disiagakan setiap hari untuk melakukan pembersihan sebelum sampah dibawa ke tempat pembuangan akhir.

Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengungkapkan, volume sampah yang masuk ke TPAS Wukirsari, Baleharjo, juga menunjukkan peningkatan.

Edy menyebut peningkatan sampah terutama terjadi di lokasi wisata. Hal ini sebanding dengan meningkatnya jumlah wisatawan selama libur panjang. Sementara itu, di kawasan perkotaan seperti Alun-alun Wonosari, volume sampah justru relatif kecil.

“Di dalam kota sampahnya sangat sedikit karena tidak ada kegiatan atau acara besar,” ujarnya.

Selama masa libur Nataru, DLH Gunungkidul telah menyiapkan personel serta empat unit dump truk sampah untuk wilayah Kota Wonosari. Namun, dari jumlah tersebut hanya satu dump truk yang terpakai.

Sebaliknya, di kawasan wisata terjadi peningkatan sampah yang cukup signifikan dan didominasi oleh sampah plastik.

“Fokus penanganan memang kami arahkan ke destinasi wisata. Di situlah volume sampah paling terasa meningkat,” tutur Edy. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#TPS3R #Alun-alun Wonosari #BUMDes #volume sampah #TPAS #Gunungkidul #wukirsari #Libur NATARU #DLH #pantai