Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kunjungan TPR Baron Turun Drastis, Wisatawan Mulai Tersebar ke Jalur Alternatif

Yusuf Bastiar • Rabu, 31 Desember 2025 | 05:40 WIB
Pos TPR Baron terlihat lebih lengang saat libur Nataru
Pos TPR Baron terlihat lebih lengang saat libur Nataru
GUNUNGKIDUL - Jumlah kunjungan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) lewat Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi perubahan pola arus masuk wisatawan seiring beroperasinya jalur alternatif menuju kawasan pantai selatan Gunungkidul.
 
Koordinator Pos TPR Baron Asrofi mengatakan, pada libur Nataru 2024 lalu, jumlah wisatawan yang masuk melalui TPR Baron pada hari-hari besar bisa mencapai 8.000 hingga 9.000 orang per hari. Bahkan, pada puncak keramaian, angka kunjungan bisa menembus 10.000 hingga 12.000 wisatawan.
 
Baca Juga: Mahasiswa dan Alumni Dijadikan Tersangka, Untidar Ajukan Penjaminan untuk Penangguhan Penahanan tapi Belum Direspon Polisi
 
“Namun pada libur Natal tahun ini, khususnya sejak Jumat (25/12) hingga Minggu (28/12), paling banyak hanya sekitar 3.000 wisatawan yang masuk melalui TPR Baron. Penurunannya sangat drastis,” ujar Asrofi saat ditemui di Pos TPR Baron pada Selasa (30/12).
 
Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari perubahan sistem akses masuk kawasan wisata pantai. Jika sebelumnya TPR Baron menjadi pintu utama menuju kawasan pantai Baron dan sekitarnya, kini wisatawan memiliki banyak alternatif jalur setelah beroperasinya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
 
Baca Juga: Polres Kulon Progo Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas Saat Malam Tahun Baru
 
“Sekarang muncul TPR-TPR kecil, seperti di TPR Tepus dan TPR JJLS. Akibatnya wisatawan tidak lagi terpusat di Baron, tetapi menyebar,” jelasnya.
 
Asrofi mengungkapkan, untuk tahun ini TPR Tepus ditargetkan mampu menyumbang pendapatan sekitar Rp5 miliar. Meski capaian sementara belum dibukukan secara detail, ia menyebut realisasi masih di bawah target, meski selisihnya tidak terlalu besar.
 
“Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, biasanya target selalu terlampaui. Tahun ini memang terlihat ada penurunan tingkat kunjungan,” imbuhnya.
 
Baca Juga: Bentuk Empati terhadap Penderitaan Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra, Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sleman Imbau Pemkab Tinjau Perayaan Tahun Baru
 
Selain faktor akses, pergeseran tujuan wisata juga memengaruhi sebaran pengunjung. Asrofi menyebut, tahun ini wisatawan cenderung memusatkan kunjungan ke Pantai Drini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih merata.
 
Sementara itu, Kepala Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidu Supriyanta menyampaikan, secara umum arus kunjungan wisatawan ke Gunungkidul selama libur Nataru tetap menunjukkan tren peningkatan. Dalam kurun satu pekan terakhir, total wisatawan yang berkunjung ke Bumi Handayani tercatat mencapai 124.054 orang dengan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1.627.847.100.
 
Baca Juga: Awan Hitam Awal Tahun, BMKG Peringatkan Ancaman Banjir hingga Siklon Tropis di Seluruh Indonesia
 
“Penerapan tiket terusan Rp15.000 per orang yang bisa digunakan untuk mengakses 23 pantai menjadi salah satu faktor pendorong kunjungan,” kata Supriyanta.
 
Skema tersebut memberi keleluasaan wisatawan untuk berpindah dari satu pantai ke pantai lain tanpa harus membayar retribusi ulang di jalur yang sama. Berdasarkan tren harian, jumlah kunjungan diperkirakan masih akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada malam pergantian tahun.
 
“Untuk mengoptimalkan daya tarik wisata, Dinas Pariwisata Gunungkidul bersama pemerintah kabupaten telah menyiapkan berbagai atraksi pariwisata di Pantai Sepanjang pada malam Tahun Baru,” imbuhnya. (bas)
 
 
Editor : Sevtia Eka Novarita
#nataru #Tempat Pemungutan Retribusi #Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 #Gunungkidul #TPR Baron #Kunjungan Wisatawan #baron #TPR #Pantai Selatan #Wisatawan