Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perayaan Natal Pemkab Gunungkidul Dorong Pertobatan Ekologis dan Solidaritas Sosial

Yusuf Bastiar • Selasa, 30 Desember 2025 | 04:55 WIB
Hary sedang memberikan tempat daur ulang sampah kepada Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih.
Hary sedang memberikan tempat daur ulang sampah kepada Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih.
GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar Perayaan Natal 2025 dengan nuansa berbeda.
 
Mengusung semangat pertobatan ekologis, perayaan tahun ini tidak hanya menekankan penguatan iman, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan hidup, keluarga, dan solidaritas sosial.
 
Perayaan Natal berlangsung khidmat diikuti sekitar 900 peserta di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul pada Senin (29/12/2025).
 
Baca Juga: Lebih Padat Akses ke Drini daripada ke Baron, Kemacetan di Pantai Drini Diprediksi hingga Malam Tahun Baru: Karena Faktor Ini!
 
Ketua Perayaan Natal Pemkab Gunungkidul Antonius Hary Sukmono yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul menegaskan, perayaan Natal tahun ini sengaja diarahkan pada aksi nyata pelestarian lingkungan.
 
“Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kami menghadirkan gerakan pertobatan ekologis sebagai wujud tanggung jawab iman untuk menjaga ciptaan Tuhan,” ujarnya.
 
Sebagai simbol komitmen tersebut, Hary secara simbolis menyerahkan keranjang sampah daur ulang plastik kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
 
Baca Juga: Titik Kepadatan Justru di Jalan Solo, Padahal Ada 47.000 Kendaraan Masuk lewat Simpang Tempel
 
Keranjang tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke sejumlah fasilitas umum strategis, yakni Terminal Semanu, Gedung Serba Guna (GSG) Siyono, Taman Kuliner, serta Pasar Argosari.
 
Menurut Hary, langkah ini diambil sebagai refleksi atas berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, seperti banjir dan tanah longsor.
 
Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya peran bersama dalam merawat lingkungan demi keberlanjutan hidup generasi mendatang.
 
Baca Juga: Disbud Bantul Tetapkan 22 Cagar Budaya Tahun Ini, Kini Miliki 235 Objek Cagar Budaya
 
“Merawat bumi adalah bagian dari iman dan tanggung jawab sosial kita bersama,” tegasnya.
 
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan, sikap pemerintah kabupaten terkait perayaan malam pergantian tahun sangatlah jelas.
 
Ia menegaskan bahwa Pemkab Gunungkidul memutuskan tidak menggelar acara di alun-alun maupun pusat kota.
 
Baca Juga: Terdampak Bencana, Pemprov Jateng Kembali Pulangkan Warganya dari Aceh
 
“Sebagai gantinya, kegiatan malam tahun baru akan dipusatkan di Pantai Sepanjang dengan agenda refleksi akhir tahun, doa bersama, serta peluncuran tagline pariwisata baru,” jelasnya.
 
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di Aceh, Sumatera Utara , Sumatera Barat yang tengah dilanda bencana.
 
Pemerintah kabupaten, lanjut Enda, memilih untuk menghindari kegiatan yang bersifat hura-hura dan pemborosan anggaran.
 
Baca Juga: PSIM Jogja Resmi Berpisah dengan Salah Satu Pilar di Liga 2, Rafael de Sa Rodrigues: 'Certified PSIM Legend'
 
“Pergantian tahun kami maknai sebagai momentum rasa syukur dan doa untuk keselamatan bersama. Cinta adalah anugerah Tuhan yang harus dirawat dan dibagikan agar menghadirkan kedamaian bagi bangsa,” tandasnya. (bas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Solidaritas Sosial #pertobatan ekologis #Pemkab Gunungkidul #perayaan natal