GUNUNGKIDUL – Akses kendaraan menuju Pantai Drini mengalami kepadatan saat libur nataru hingga Senin (29/12/2025).
Kepadatan ini dipicu karena menyusul beragamnya tujuan wisata bawu di kawasan ini.
Kapolsek Tanjungsari AKP Agus Fitriyatna mengatakan, kemacetan di jalur menuju Pantai Drini mulai terpantau sejak 25 Desember 2025.
Kepadatan tersebut tidak hanya terjadi satu hari, melainkan berulang hingga Minggu (28/12/2025) dan kembali terjadi Senin (29/12/2025).
“Untuk jalur wisata di kawasan Pantai Baron justru cenderung lengang, kecuali di area Pantai Drini. Kepadatan ini diprediksi akan berlangsung hingga malam pergantian tahun,” ujar Agus saat ditemui di Pos TPR Baron Senin (29/12/2025).
Menurutnya, kemacetan dipicu oleh beragamnya tujuan wisata di kawasan Drini.
Selain pantai, kawasan tersebut juga memiliki satu destinasi wisata buatan yang sudah lama beroperasi, serta satu destinasi baru yang mulai dibuka pada pekan lalu. Kondisi ini membuat volume kendaraan meningkat signifikan.
Pada puncak kepadatan pertama, panjang antrean kendaraan menuju Pantai Drini mencapai sekitar tiga kilometer.
Sementara pada Minggu kemarin dan hari ini, antrean kendaraan mengular hingga kurang lebih satu kilometer dengan kondisi padat merayap.
“Memang terjadi kemacetan, tetapi tidak sampai menyendat total. Jalur wisata lainnya tidak terdampak dan tetap kondusif,” jelasnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Arfita Dewi menambahkan, pihaknya telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah di kawasan Pantai Drini untuk mengurai kepadatan.
“Sejak 25 Desember atau sejak libur Natal, kami berlakukan satu arah mulai dari pintu masuk Pantai Drini hingga jalur keluar. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan arus masuk dan arus pulang yang bertemu di satu titik,” terangnya.
Baca Juga: Kembang Api Boleh Dinyalakan Terbatas di Bumi Kulon Progo Asal Penuhi Syarat Polda DIY
Dengan sistem tersebut, meski kepadatan masih terjadi, arus lalu lintas tetap bergerak.
Petugas kepolisian terus bersiaga di jalur wisata untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan selama masa libur Nataru.
“Ada kemacetan, tetapi sifatnya padat merayap. Kendaraan masih bisa berjalan pelan-pelan dan tidak berdampak signifikan ke kawasan wisata lain,” tambahnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita