Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Papan Peringatan Sering Tak Diacuhkan, 64 Personel Jaga 38 Titik Rip Current di Pantai Selatan Gunungkidul

Yusuf Bastiar • Jumat, 26 Desember 2025 | 12:05 WIB
Area rip current di Pantai Watukodok dipasangi bendera merah sebagai tanda bahaya.   
Area rip current di Pantai Watukodok dipasangi bendera merah sebagai tanda bahaya.  

 

 

 

 

Ancaman arus balik laut atau rip current masih menjadi perhatian serius bagi pengelola kawasan wisata pantai di Gunungkidul, terutama selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Satlinmas Rescue Istimewa menegaskan pengawasan dan penjagaan dilakukan karena papan peringatan yang dipasang sering tak diacuhkan wisatawan.

 

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Marjono mengatakan, pihaknya membawahi pengamanan di 38 titik pantai, mulai Pantai Pok Tunggal di Kapanewon Tepus hingga Pantai Paralayang di Purwosari.

Dari puluhan pantai tersebut, kata dia, hampir semuanya memiliki titik rip current. Kendati demikian, ia menyebut karakter pantai di Gunungkidul berbeda karena bertipe pantai bertebing. Sehingga, rip current di pesisir selatan Gunungkidul tidak berpindah-pindah.

“Lokasinya tetap di satu titik, berada di satu titik yang tetap,” jelas Marjono saat ditemui Pantai Baron pada Kamis, (25/12).

 

Menurutnya, seluruh titik rip current tersebut telah dipasangi bendera merah sebagai penanda bahaya, lengkap dengan papan larangan berenang. Selain itu, personel Satlinmas juga disiagakan langsung di area rawan. “Petugas kami sudah stand by sejak 20 Desember hingga 4 Januari 2026. Total ada 64 personel yang disebar di 38 pantai,” ungkapnya.

 

Marjono menjelaskan, rip current umumnya ditandai dengan cekungan batu paling rendah di antara sisi kanan dan kiri pantai yang terhubung dengan palung laut yang dalam.

Meski di permukaan tampak tenang dan mengarah ke tepi, arus di bawah justru kuat mengarah ke laut lepas. “Ini sangat berbahaya, pengunjung jangan coba-coba bermain air di area tersebut,” tegasnya.

 

Meski hampir setiap pantai memiliki titik rawan, Marjono meminta wisatawan tidak perlu takut berlebihan. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap arahan petugas. “Kami rutin menyampaikan imbauan dan informasi cuaca melalui pengeras suara. Harapannya wisatawan mau mendengarkan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tegasnya.

 

Hal senada disampaikan Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Sadeng Sunu Handoko. Ia menyebut beberapa pantai di wilayahnya, seperti Pantai Jungwok, Siung, dan Nampu, memiliki rip current yang cukup besar, bahkan melebihi Pantai Drini.

Menurut Sunu, pemasangan papan peringatan saja kerap kurang efektif karena sering diabaikan pengunjung. Oleh karena itu, Satlinmas menempatkan personel langsung di titik-titik rawan.

“Untuk memastikan keselamatan, satu titik rawan kami jaga dengan beberapa personel,” ujarnya.

 

Di Wilayah I Sadeng, sebanyak 35 personel disiagakan untuk mengamankan 16 pantai yang tersebar di dua kapanewon dan lima kalurahan. Dengan pengawasan ketat dan kesiapsiagaan personel di lapangan, Sunu berharap wisatawan dapat menikmati keindahan pantai Gunungkidul dengan aman selama libur akhir tahun.

Hingga kini, kondisi kunjungan wisata masih terpantau lancar dan tertib. “Belum ada kemacetan, arus wisatawan masih landai dan relatif rapi,” tuturnya. (bas/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#paralayang #Marjono #nataru #Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron #Gunungkidul #Tepus #rip current #Drini #Pantai Pok Tunggal #pantai