Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.40 tersebut mengakibatkan kerusakan serius pada fasilitas produksi dan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp500 juta.
Kepala Pelaksana Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmart) Gunungkidul Handoko mengatakan, kebakaran diduga dipicu sistem pemanas oven yang menggunakan kayu bakar.
Api dengan cepat membesar karena material mudah terbakar yang berada di dalam oven.
Di dalam gudang, kata Handoko, terdapat sekitar 1.500 guci kerajinan berbahan kayu serta 20 kubik papan jati.
“Objek yang terbakar merupakan oven kerajinan kayu berukuran kurang lebih tinggi tiga meter, panjang enam meter, dan lebar empat meter,” ujar Handoko saat dikonfirmasi pada Rabu pagi, (24/12/2025).
Laporan kebakaran diterima Pos Induk Damkar Gunungkidul pada pukul 23.50.
Petugas langsung diterjunkan ke lokasi dengan mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran, satu tangki suplai air berkapasitas besar, serta satu unit armada Tim Reaksi Cepat (TRC).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menyampaikan, tidak ada korban jiwa maupun dampak lanjutan akibat peristiwa tersebut.
Namun, kerugian ekonomi cukup besar karena oven dan seluruh isi produksi hangus terbakar.
“Korban terdampak atas nama Sumarjono (45), warga Padukuhan Gumawang. Tidak ada korban jiwa, dan sebaran dampak ke lingkungan sekitar nihil. Namun, kerugian material cukup signifikan,” jelas Edy.
Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, antara lain Damkar Gunungkidul, TRC BPBD Gunungkidul dan DIY, personel Damkar Bantul, Polsek Patuk, Save Rescue, relawan, organisasi kemasyarakatan, serta warga setempat. Selama penanganan, tidak ditemukan kendala berarti di lapangan.
BPBD Gunungkidul, lanjut Edy, mencatat kebutuhan mendesak pascakejadian berupa logistik untuk mendukung kegiatan kerja bakti pembersihan lokasi.
Rencana tindak lanjut akan dilakukan melalui kerja bakti bersama, dengan jadwal yang masih akan ditentukan.
“Kami mengimbau para pelaku usaha kerajinan, khususnya yang menggunakan sistem pemanas tradisional, agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang,” imbuhnya. (bas)
Editor : Bahana.