Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih PR! BPS Gunungkidul Catat Tantangan Kesejahteraan, Sekitar 18 Persen Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Belum Miliki Ijazah

Yusuf Bastiar • Jumat, 19 Desember 2025 | 04:50 WIB
ILUSTRASI IJAZAH DITAHAN
ILUSTRASI IJAZAH DITAHAN
 
GUNUNGKIDUL - Di balik berbagai capaian positif, Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul menilai tantangan kesejahteraan masyarakat masih cukup besar.
 
Sejumlah indikator sosial ekonomi menunjukkan masih adanya kelompok masyarakat yang rentan dan perlu mendapat perhatian lebih serius.
 
Kepala BPS Gunungkidul Joko Prayitno mengungkapkan, salah satu tantangan utama masih berada di sektor pendidikan.
 
Baca Juga: Soal Dugaan Penyelewengan Dana Desa Ngunut Rp 400 Juta, Bendahara Akui Penyalahgunaan Anggaran akibat Salah Kelola: Dipakai Tutup Utang Lama
 
Data Susenas 2025 mencatat, sekitar 18 persen penduduk usia 15 tahun ke atas belum memiliki ijazah pendidikan formal.
 
“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. Pendidikan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas hidup dan peluang kerja masyarakat,” ujar Joko Kamis (18/12/2025).
 
Selain itu, kata dia, partisipasi sekolah usia 7-23 tahun memang tergolong tinggi, namun masih terdapat sekitar 17 persen penduduk pada kelompok usia tersebut yang tidak lagi bersekolah.
 
Baca Juga: Ratusan Ketua RT/RW di Magelang Tengah Terima Honorarium dan Seragam dari Pemkot
 
Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan ketenagakerjaan di masa mendatang.
 
Dari sisi kesehatan, angka kesakitan penduduk Gunungkidul tercatat sebesar 16,85 persen.
 
Menariknya, kelompok penduduk dengan pengeluaran 20 persen teratas justru mencatat angka kesakitan paling tinggi dibanding kelompok lainnya.
 
Baca Juga: Sah! Perda KTR yang Baru Resmi Disahkan DPRD Kulon Progo, Hanya Butuh Dua Bulan: Pedagang Harus Berizin agar Tetap Bisa Berjualan
 
Statistisi Pertama BPS Gunungkidul Ardiyas Munsyianta menjelaskan, kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola hidup dan kesadaran kesehatan.
 
Salah satu indikator yang masih cukup mengkhawatirkan adalah perilaku merokok.
 
“Sekitar 27 persen penduduk usia 15 tahun ke atas tercatat masih merokok. Ini menjadi tantangan besar karena berdampak langsung terhadap kesehatan jangka panjang,” kata Ardiyas.
 
Baca Juga: Siswa SMP Tewas Tenggelam di Objek Wisata Menoreh River Camp, Kulon Progo, Satu Temannya Selamat
 
Meski cakupan jaminan kesehatan sudah tinggi, BPS menilai upaya promotif dan preventif tetap harus diperkuat.
 
Edukasi gaya hidup sehat dan peningkatan kualitas pendidikan dinilai menjadi kunci dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
 
“Data ini tidak hanya menunjukkan capaian, tetapi juga menjadi alarm bagi semua pihak agar pembangunan benar-benar menyentuh kelompok yang masih tertinggal,” tegas Joko. (bas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#sosial ekonomi #sektor pendidikan #pendidikan formal #ijazah #Kesejahteraan Masyarakat #BPS Gunungkidul