Data Susenas 2025 mencatat, sekitar 18 persen penduduk usia 15 tahun ke atas belum memiliki ijazah pendidikan formal.
“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. Pendidikan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas hidup dan peluang kerja masyarakat,” ujar Joko Kamis (18/12/2025).
Selain itu, kata dia, partisipasi sekolah usia 7-23 tahun memang tergolong tinggi, namun masih terdapat sekitar 17 persen penduduk pada kelompok usia tersebut yang tidak lagi bersekolah.
Statistisi Pertama BPS Gunungkidul Ardiyas Munsyianta menjelaskan, kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola hidup dan kesadaran kesehatan.
Salah satu indikator yang masih cukup mengkhawatirkan adalah perilaku merokok.
“Sekitar 27 persen penduduk usia 15 tahun ke atas tercatat masih merokok. Ini menjadi tantangan besar karena berdampak langsung terhadap kesehatan jangka panjang,” kata Ardiyas.
Meski cakupan jaminan kesehatan sudah tinggi, BPS menilai upaya promotif dan preventif tetap harus diperkuat.
Edukasi gaya hidup sehat dan peningkatan kualitas pendidikan dinilai menjadi kunci dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Data ini tidak hanya menunjukkan capaian, tetapi juga menjadi alarm bagi semua pihak agar pembangunan benar-benar menyentuh kelompok yang masih tertinggal,” tegas Joko. (bas)