Penutupan dilakukan bertahap sepanjang Desember 2025 akibat kendala administrasi dalam proses pencairan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Roni Hermawan menyampaikan, penutupan tersebut bersifat sementara.
Menurutnya hal tersebut tidak berkaitan dengan kualitas layanan maupun keamanan makanan.
“Ada delapan SPPG yang tutup sementara karena kendala perbaikan administrasi. Sifatnya hanya sementara. Jika nanti kendala itu sudah terurai, dapur SPPG akan kembali beroperasi,” ujarnya saat ditemui di Kodim 0730/Gunungkidul pada Rabu, (17/12/2025).
Delapan dapur yang menghentikan operasional masing-masing adalah SPPG Gunungkidul Playen Logandeng (15 Desember 2025), SPPG Wonosari Kepek 2 (16 Desember 2025), SPPG Kemadang Tanjungsari (17 Desember 2025), SPPG Ponjong Sumbergiri 1 (17 Desember 2025), SPPG Gedangsari Hargomulyo (17 Desember 2025), SPPG Semin Kemejing (19 Desember 2025), SPPG Semanu Pacarejo (20 Desember 2025), dan SPPG Wonosari Kepek (20 Desember 2025).
Roni menjelaskan, secara keseluruhan saat ini masih terdapat 45 dapur SPPG di Gunungkidul yang beroperasi hingga Desember.
Namun, dengan asumsi setiap dapur melayani sekitar 2.000 penerima manfaat, penutupan delapan dapur tersebut berdampak pada sekitar 16 ribu penerima manfaat yang sementara tidak mendapatkan suplai Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Penerima manfaat ini mencakup siswa dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat satu dapur SPPG di Planjan, Saptosari, yang ditutup karena indikasi kasus keracunan.
Sementara delapan dapur lainnya murni berhenti sementara akibat kendala administratif.“Kami berharap ke depan dapur-dapur ini bisa beroperasi semakin baik, baik dari sisi kualitas menu maupun pelayanan kepada masyarakat,” ujar Roni.
Sementara itu, Perwakilan Yayasan LKS Nursaba SPPG Hargomulyo Novia Tri Astuti membenarkan, penghentian sementara operasional SPPG Hargomulyo disebabkan belum cairnya dana dari BGN.
“Keputusan ini diambil karena dana dari BGN belum kunjung masuk. Desember ini bertepatan dengan penutupan tahun anggaran, sehingga proses pencairan memang mengalami kendala,” ujarnya.
Melalui surat resmi yang telah disampaikan kepada pihak sekolah, yayasan menyatakan distribusi MBG dihentikan sementara terhitung mulai 16 Desember 2025.
Penghentian dilakukan karena kendala administratif dan teknis berupa belum turunnya anggaran dari BGN.
“Untuk sementara kami belum dapat memastikan kapan distribusi MBG dapat dilanjutkan kembali. Pemberitahuan resmi akan kami sampaikan setelah anggaran cair dan siap didistribusikan,” pungkas Novia. (bas)
Editor : Bahana.