Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Padat Karya Infrastruktur di Pacarejo, Semanu, Gunungkidul Ubah Katok Dowo Jadi Full Cor Blok

Yusuf Bastiar • Rabu, 17 Desember 2025 | 10:30 WIB
Sebelum ada program padat karya, jalan desa di Padukuhan Cempluk dan Piyuyon Kalurahan Pacarejo Semanu hanya cor blok dibagian kanan dan kiri bahu jalan saja.   
Sebelum ada program padat karya, jalan desa di Padukuhan Cempluk dan Piyuyon Kalurahan Pacarejo Semanu hanya cor blok dibagian kanan dan kiri bahu jalan saja.  

 

 

 

 

GUNUNGKIDUL - Program Padat Karya Infrastruktur yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu. Hasilnya pembangunan infrastruktur jalan lingkungan berhasil diselesaikan. Rampungnya menandai jalan antardusun kini jauh lebih layak.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyebut pekerjaan di Dusun Cempluk telah rampung dengan hasil yang signifikan. Ia menilai kekompakan warga menjadi kunci keberhasilan program ini, terutama keterlibatan empat RT di Piyuyon yang bekerja bersama sejak awal hingga pekerjaan selesai.

“Jalan yang tadinya hanya berupa ‘katok dowo’ (cor blok kanan kiri) sekarang sudah menjadi full cor blok. Penampakan jalannya jadi lebih lebar dan rapi,” kata Endah pada Selasa, (16/12).

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, dan Tenaga Kerja Gunungkidul Supartono mengatakan, kegiatan padat karya ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kabupaten dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memberdayakan tenaga kerja lokal.

“Program Padat Karya Infrastruktur ini dilaksanakan di bawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui dinas kami. Salah satu jenis pekerjaan yang dilaksanakan adalah corblok full,” ujar Supartono saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, Kalurahan Pacarejo yang dikenal memiliki wilayah cukup luas membutuhkan konektivitas jalan antar dusun yang memadai.

Melalui program ini, pembangunan diarahkan untuk meningkatkan akses jalan lingkungan yang menghubungkan satu dusun dengan dusun lainnya. ia menyebut, di Pacarejo terdapat dua lokasi padat karya, yakni Dusun Cempluk dan Piyuyon.

Program padat karya di Pacarejo dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 8 hingga 20 Desember 2025. Kegiatan ini melibatkan rata-rata 23 tenaga kerja lokal dengan total 12 hari orang kerja (HOK).

Adapun upah harian yang diberikan bervariasi, yakni ketua kelompok sebesar Rp 118 ribu, tukang Rp 92 ribu, dan pekerja Rp 82 ribu per hari. Ia menilai, melalui skema tersebut manfaat utamanya tidak hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan sumber daya manusia.

“Warga dilibatkan langsung agar memperoleh penghasilan sekaligus memiliki rasa memiliki terhadap hasil pembangunan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan sumber pendanaan program ini berasal dari APBD Kabupaten Gunungkidul. Supartono berharap, melalui pola padat karya, pembangunan infrastruktur dapat menjangkau wilayah perdesaan, baik untuk jalan lingkungan maupun jalan usaha tani. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Pacarejo #cor blok #Endah Subekti Kuntariningsih #Gunungkidul #HOK #semanu #Padat Karya Infrastruktur