Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Produksi Padi Gunungkidul Lampaui Target RPJMD, Ketahanan Pangan 2025 Dinilai Sangat Kuat

Yusuf Bastiar • Jumat, 12 Desember 2025 | 23:00 WIB

Petani di Gunungkidul menggunakan metode Tanah kering untuk menanam padi.
Petani di Gunungkidul menggunakan metode Tanah kering untuk menanam padi.
GUNUNGKIDUL - Sektor pertanian Gunungkidul menutup tahun 2025 dengan capaian gemilang. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) mencatat total produksi padi mencapai 299.624 ton gabah kering giling (GKG), melampaui target RPJMD yang dipatok sebesar 291.000 ton GKG.

Kepala Tim Produksi Tanaman Pangan DPP Gunungkidul Sutopo menjelaskan, capaian tersebut dihimpun dari laporan Statistik Pertanian (SP) para petugas tanaman pangan di seluruh kapanewon.

“Hingga November 2025, luas panen di Gunungkidul mencapai 55.576 hektare, tersebar di 18 kapanewon,” tegas Sutopo saat dikonfirmasi pada Jumat, (12/12/2025).

Produksi terbesar terjadi pada subround 1, sepanjang Januari-April dengan total 240.159 ton GKG dari luas panen 45.965 hektare dan produktivitas rata-rata 52,25 kuintal per hektare.

Kemudian, pada subround 2 periode musim tanam Mei-Agustus, luas panen 9.158,4 hektare menghasilkan 56.663,3 ton GKG dengan produktivitas meningkat menjadi 61,87 kuintal per hektare.

Adapun subround 3 hingga Desember ini, pihaknya mencatat tambahan panen 452 hektare dengan produksi 2.802 ton GKG.

“Totalnya sepanjang 2025 produksi padi mencapai 299.624 ton GKG. Ini menunjukkan tren peningkatan produktivitas di Gunungkidul,” tutur Sutopo.

Sementara itu, Kepala DPP Gunungkidul Rismiyadi menegaskan capaian produksi tersebut berada di atas target RPJMD yang ditetapkan untuk tahun 2025.

“Target RPJMD 291 ribu ton. Realisasinya 299 ribu ton. Artinya melampaui target,” ujarnya.

Menurutnya, kinerja sektor pertanian tahun ini menunjukkan pemulihan signifikan dibanding 2024, yang sempat tertekan fenomena El Nino dan musim kering berkepanjangan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada petani, kelompok tani, hingga petugas lapangan yang terus menjaga produksi pangan daerah.

“Ini hasil kerja keras petani. Ketahanan pangan kita sangat terbantu,” kata Rismiyadi.

Tak hanya produksi padi, Gunungkidul juga mencatat prestasi penting dalam peningkatan mutu konsumsi pangan masyarakat.

Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kabupaten Gunungkidul tahun ini mencapai 98,41 persen-tertinggi di DIY.

PPH merupakan indikator untuk menilai mutu gizi dan keberagaman konsumsi pangan. Nilai semakin dekat ke angka 100 menunjukkan kualitas konsumsi semakin baik.

“Dengan skor 98,41, kualitas konsumsi pangan masyarakat Gunungkidul berada pada kategori sangat baik,” jelas Rismiyadi.

Capaian tersebut, lanjut dia, menjadi kombinasi antara produksi padi yang melampaui target dan skor PPH tertinggi di DIY menjadikan ketahanan pangan Gunungkidul dinilai berada pada kondisi sangat kuat.

Ia berharap capaian tersebut menjadi modal penting untuk perencanaan sektor pangan tahun-tahun berikutnya, terutama dalam memperkuat produksi, diversifikasi pangan, dan kualitas konsumsi masyarakat.

“Trennya positif sepanjang 2025. Produksi naik, konsumsi masyarakat membaik. Ini indikasi bahwa ketahanan pangan daerah kita sangat kokoh,” tegas Rismiyadi. (bas)

Editor : Bahana.
#produksi padi #Gunungkidul