GUNUNGKIDUL - Pemkab dan Polres Gunungkidul mulai mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Sejumlah pos pengamanan disiagakan di gereja-gereja besar hingga kawasan wisata guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Pengamanan Nataru di Gunungkidul dipastikan berlangsung ketat. Polres Gunungkidul menerjunkan 254 personel dalam Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Progo 2025 yang bakal digelar selama 14 hari mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Operasi ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai pemkab, TNI, hingga ormas.
Kapolres Gunungkidul AKBP Miharni Hanapi menegaskan, operasi itu bertujuan memastikan masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman dan nyaman. “Kami menjamin kesiapan pengamanan baik dari sisi personel maupun sarana.
Antisipasi kerawanan lalu lintas serta potensi bencana alam menjadi perhatian utama, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (11/10/2025).
Sebaran personel difokuskan di lima Pos Pengamanan (Pospam). Mulai dari Hargodumilah, Bundaran Siyono, Pantai Pulang Sawal, Pantai Baron, dan Rest Area Girisubo.
Selain itu, pengamanan di lima gereja besar juga diperketat, termasuk Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari, GKJ Wonosari, Gereja Santo Yusuf Playen, Gereja Santo Petrus Paulus Karangmojo, dan GKJ Karangmojo.
Polres juga menyiapkan 25 Pos Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas), serta penempatan personel di kawasan wisata yang menjadi titik kerawanan mobilitas.
"Posko Nataru bersama Forkopimda akan beroperasi sejak 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 untuk memantau situasi secara real-time,” tambah Kapolres.
Sementara itu, Pemkab Gunungkidul juga memberikan dukungan berupa lima pos pengamanan dan 19 pos pantau strategis yang dikerjakan bersama seluruh unsur terkait. Dari sisi transportasi, Dishub Gunungkidul menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk mencegah kepadatan khususnya di jalur wisata.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Gunungkidul Agus Hendro mengatakan, pihaknya tengah mematangkan rencana rekayasa lalu lintas bersama Satlantas Polres Gunungkidul yang memiliki kewenangan penuh.
“Dishub berencana mendirikan posko terpadu di Patuk serta Bundaran Tugu Tobong Siyono, Logandeng, Playen,” jelasnya.
Pos pelayanan angkutan juga akan ditempatkan di Terminal Dhaksinarga Wonosari dan Terminal Semin. Sementara pos pelayanan wisata disiapkan di Baron, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Pule Gundes, Tepus, Ngrenehan, dan Wediombo.
"Survei jalan, pengecekan rambu, dan LPJU sudah dilakukan. Kondisi fasilitas dinyatakan baik dan siap mendukung keselamatan pengendara,” ujarnya.
Agus menambahkan, pengalaman pengamanan tahun-tahun sebelumnya menjadi pedoman agar pelaksanaan Nataru 2025/2026 lebih siap dan efektif.
Pengamanan juga menindaklanjuti surat edaran menteri dalam megeri yang memuat sejumlah fokus, mulai penguatan koordinasi, deteksi kerawanan, kelancaran arus lalu lintas serta distribusi logistik, hingga pengendalian inflasi daerah dan kesiapan infrastruktur pendukung. (bas/laz)
Editor : Herpri Kartun