GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul menggenjot pembangunan sistem drainase baru di kawasan Alun-Alun Wonosari.
Proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) ini ditarget selesai pada akhir Desember dan diyakini mampu mengatasi genangan air yang kerap muncul saat musim hujan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul Wadiyana menyampaikan, pembangunan difokuskan pada pembuatan saluran pembuangan air sepanjang 200 meter ke arah utara.
Nantinya, aliran air akan diteruskan menuju sungai di sisi utara kompleks Pemkab Gunungkidul sebagai jalur buangan utama.
“Drainase ini diproyeksikan mampu mengatasi genangan yang sering terjadi di kawasan alun-alun ketika curah hujan tinggi. Tujuannya jelas, agar tidak ada lagi banjir atau genangan air di kawasan alun-alun,” ujar Wadiyana kepada wartawan Minggu (7/12/2025).
Dia menjelaskan, proyek tersebut sejalan dengan program penataan kawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul dalam meremajakan ruang publik pusat kota.
Saat ini, pekerjaan berada pada tahap penggalian saluran bawah tanah di sisi barat Alun-alun.
Pembongkaran trotoar lama juga telah dilakukan untuk diganti dengan trotoar baru, bersamaan dengan pemasangan drainase modern agar aliran air lebih lancar.
Sementara itu, Kepala DPUPRKP Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto memastikan pengerjaan akan selesai sesuai jadwal.
Ia menyebut proyek telah menggunakan material u-ditch yang mempercepat proses konstruksi.
Batas waktu pembangunan drainase berakhir pada 23 Desember 2025, dengan target rampung pada 26 Desember.
Dengan selesainya pembangunan drainase utama tersebut, ia berharap kawasan Alun-Alun Wonosari bisa sepenuhnya bebas dari genangan air.
Terutama saat musim hujan, sehingga pengunjung dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.
“Dengan menggunakan u-ditch membuat proses lebih cepat, tinggal ditempelkan setelah penggalian selesai. Kami optimistis selesai tepat waktu,” imbuhnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita