Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Cabai Melonjak di Gunungkidul, Pedagang Kurangi Stok karena Penjualan Menurun

Yusuf Bastiar • Kamis, 4 Desember 2025 | 22:20 WIB

Pedagang sayur di Pasar Playen sedang mengangin-anginkan cabe rawit agar tidak cepat membusuk
Pedagang sayur di Pasar Playen sedang mengangin-anginkan cabe rawit agar tidak cepat membusuk
GUNUNGKIDUL - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Gunungkidul mengalami lonjakan signifikan sejak sepekan terakhir.

Kenaikan paling terasa terjadi pada cabai rawit merah yang kini tembus harga Rp80.000 per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp25.000-Rp28.000 per kilogram.

Pedagang sayur di Pasar Playen Utik Sulastri mengungkapkan, harga cabai rawit merah naik bertahap hampir setiap hari.

"Satu pekan kemarin itu harganya masih Rp25.000 sampai Rp28.000. Awal naik jadi Rp50.000, dua hari naik lagi jadi Rp60.000, besoknya Rp70.000 dan sekarang dua hari ini sudah Rp80.000," ujar Utik saat ditemui di lapaknya pada Kamis, (4/12/2025).

Menurutnya, musim hujan menjadi penyebab utama kenaikan harga karena pasokan dari petani berkurang.

Dampaknya, minat beli konsumen menurun. Jika biasanya pembeli mengambil cabai setengah hingga satu kilogram, kini rata-rata hanya membeli Rp5.000 sampai Rp10.000 per transaksi.

Ia menambahkan, cabai yang tidak laku berisiko membusuk, sehingga ia harus menyortir dan memisahkan cabai yang kurang layak agar tidak mempercepat pembusukan.

Selain itu, penyusutan berat cabai juga menambah kerugian pedagang. Dalam satu malam, ia menyebut penyusutan berat cabe mencapai setengah kilo dari total berat 20 kilogram.

Hal ini juga mempengaruhi keuntungannya dalam berjualan.

“Biasanya sehari saya bawa 20 kilo cabai rawit merah habis terjual. Hari ini masih sisa sekitar 13 kilo padahal sudah siang,” terang Utik.

Keluhan serupa disampaikan pedagang sayur di Pasar Playen Sudiem. Ia menyebut harga cabai rawit merah di lapaknya juga berada di angka Rp80.000 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru merupakan siklus yang kerap terjadi. "Biasanya naik turun sekitar Rp2.000. Selain cabai, bawang merah juga naik," ujarnya.

Sudiem mengaku mengurangi stok karena risiko cabai cepat busuk saat musim hujan. Ia mengaku, dalam satu hari bisa setengah kilogram cabe membusuk.

Di tengah lonjakan harga cabai yang semakin meninggi, ia harus lebih hati-hati mengambil barang.

Kenaikan harga juga dirasakan pedagang di Pasar Argosari Wonosari. Salah satu pedagang sayur Sumarni menyebut, harga cabai rawit merah merah di pasar tersebut juga mencapai Rp80.000 per kilogram dalam dua hari terakhir.

Ia mengaku, kenaikan harga tersebut tidak berdampak pada jumlah pembeli. Kendati demikian, lanjut Sumarni, jumlah banyaknya pembelian cabe justru berkurang drastis.

“Pembeli tetap ada, tapi jumlah belinya berkurang. Warung makan yang biasanya ambil satu kilo, sekarang paling seperempat kilo,” jelasnya. (bas)

Editor : Bahana.
#harga cabai melonjak #Gunungkidul #Pedagang Cabai