GUNUNGKIDUL - Petugas UPT Damkarmat Gunungkidul mengevakuasi seekor ular sanca berukuran 3 meter yang memangsa seekor ayam milik warga di Padukuhan Karangtengah, Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari Rabu (3/12) pagi. Evakuasi yang berlangsung sekitar 20 menit itu berjalan lancar oleh regu penyelamat.
Peristiwa bermula ketika pemilik rumah, Budi Suwarno, 75, mendengar suara gaduh dari kandang ayam. Setelah dicek, ia mendapati seekor ular sanca sedang melilit dan menelan ayam betinanya. Karena panik, Budi memanggil tetangganya, Sugeng, untuk membantu. Namun karena ukuran ular cukup besar, Sugeng memilih menghubungi petugas Damkarmat.
Regu III yang dipimpin Komandan Regu Toto Parjana segera menuju lokasi pukul 06.05. Setibanya di sana, ular diketahui berada di pucuk pohon melinjo dengan diameter sekitar 20 centimeter (cm).
“Untuk proses evakuasi berjalan lancar. Karena ular berada di pucuk pohon melinjo, maka pohon yang berdiameter 20 cm kami tebang. Begitu pohon roboh, langsung kami tangkap ularnya tanpa kendala,” jelas Toto saat dihubungi Rabu (3/12).
Ia menuturkan, petugas harus berhati-hati karena sanca termasuk jenis ular dengan lilitan sangat kuat. Meski tidak berbisa, bahaya justru muncul dari kekuatan melilitnya. Ia menyampaikan ketika kepala ular dipegang, bagian tubuh yang panjang bisa melilit. Jika panik dan tidak tahu cara melepaskan lilitan, lanjut dia, itu sangat berbahaya.
Baca Juga: Tanah Longsor Tutup Akses Jalan Penghubung Kaliangkrik–Windusari Magelang, Tak Ada Korban Jiwa
“Jenis sanca atau piton itu bahaya lilitannya. Kalau warga berani menangkap tidak boleh satu atau dua orang, minimal tiga orang,” imbaunya.
Toto juga menjelaskan bahwa Damkarmart selalu turun menangani laporan ular, baik berbisa maupun tidak. Ia mengaku selalu merespon laporan warga bukan berdasarkan jenis atau ukurannya, melainkan tingkat risiko situasi di lapangan. Sementara itu, Kepala UPT Damkarmart Gunungkidul Handoko memastikan, evakuasi berjalan baik dan ular berhasil diamankan oleh petugas Regu III tanpa korban.
“Ular berhasil ditangkap,” ujarnya singkat.
Baca Juga: Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Nataru, Disdag Kulon Progo Gelar Operasi Pasar, Ini Sasarannya!
Petugas kemudian membawa ular tersebut ke markas Damkarmart untuk mencegah potensi bahaya lanjutan. Kejadian ini menambah daftar laporan penyelamatan satwa liar yang dilakukan Damkarmart Gunungkidul, khususnya memasuki musim penghujan ketika pergerakan ular cenderung meningkat.
“Masyarakat diimbau segera menghubungi petugas apabila menemukan satwa liar berbahaya untuk menghindari risiko penanganan mandiri yang tidak aman,” tutupnya. (bas)