Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nelayan Hilang di Perairan Nguluran Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

Yusuf Bastiar • Rabu, 3 Desember 2025 | 18:29 WIB

Korban atas nama Harun (40) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan selatan Baron.
Korban atas nama Harun (40) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan selatan Baron.
GUNUNGKIDUL - Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang akibat kecelakaan laut di perairan Pantai Nguluran, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, akhirnya membuahkan hasil.

Korban atas nama Harun (40) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan selatan Baron, sekitar dua mil laut dari lokasi kejadian pertama pada 07.30, Rabu pagi (3/12). Operasi SAR yang berlangsung sejak Senin pun resmi ditutup.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah II Baron Marjono menjelaskan, pada hari kedua operasi, tim mengerahkan sekitar 70 personel yang dibagi dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).

Korban ditemukan oleh nelayan yang sedang beraktivitas di perairan laut Baron. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Tim SAR Gabungan yang sedang melakukan penyisiran dengan kapal.

Setelah dievakuasi, lanjut dia, jenazah dibawa ke Dermaga Pantai Gesing menggunakan perahu jukung, lalu diteruskan ke RSUD Saptosari untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“SRU 1 memantau dari atas tebing dengan radius satu kilometer, SRU 2 melakukan penyisiran laut menggunakan perahu ke arah Pantai Gesing, dan SRU 3 melakukan pencarian melalui udara menggunakan drone,” ujar Marjono saat dikonfirmasi pada Rabu, (3/12/2025).

Kecelakaan laut terjadi pada Selasa (2/12/2025), sekitar pukul 07.00 ketika tiga nelayan dari Pantai Gesing sedang memancing gurita di perairan Nguluran, tepat di depan kawasan Heha Ocean.

Diduga kapal terlalu menepi sehingga terhantam ombak besar dari arah selatan dan akhirnya terbalik.

Berdasarkan laporan dari lapangan pagi ini (3 Desember 2025), cuaca relatif cerah berawan dengan angin landai, tetapi arus bawah laut masih kuat ke arah timur serta jarak pandang di permukaan air hanya sekitar dua meter.

Dengan ditemukannya korban pada pukul 07.30, Satlinmas SRI Wilayah II Baron secara resmi menutup operasi SAR.

“Korban ditemukan mengapung tanpa busana, kemungkinan terbawa arus kuat sejak kejadian kemarin. Setelah dievakuasi, operasi dinyatakan selesai,” tutur Marjono.

Sementara itu, Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Surisdiyanto menyampaikan, sejak Senin hingga Rabu pagi, upaya pencarian terhadap korban dilakukan secara intensif oleh Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron bersama unsur SAR gabungan.

Operasi berlangsung dalam kondisi gelombang tinggi dan arus kuat.

“Tim terus melakukan berbagai metode pencarian untuk memperluas jangkauan area,” tegasnya.

Di laut, lanjut Suris, tim melakukan penyisiran menggunakan kapal dengan radius 200 hingga 500 meter dari titik kejadian.

Sementara itu, petugas lain memantau dari jalur darat dan tebing, menjangkau area hingga satu kilometer guna mengantisipasi kemungkinan korban terseret arus ke arah timur maupun selatan.

Penggunaan teknologi juga dioptimalkan melalui pemantauan udara dengan drone, yang membantu tim melihat pergerakan objek di permukaan laut dari ketinggian.

Di sisi tebing, petugas membuat tangga darurat untuk mempermudah akses menuju area pencarian berbatu dan curam.

Selain itu, nelayan Pangandaran yang tergabung dalam operasi turut melakukan pencarian bawah air dengan teknik freediving.

“Metode ini memungkinkan penyelam menyisir celah bebatuan dan perairan dangkal yang tidak bisa dijangkau perahu,” jelasnya.

Seluruh upaya dilakukan tanpa henti hingga akhirnya korban ditemukan pada Rabu pagi.

Pihak Satlinmas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi gelombang, terutama saat aktivitas penangkapan gurita yang mengharuskan kapal mendekati tebing dan karang.

“Kami mengingatkan seluruh nelayan untuk terus memantau informasi cuaca dan gelombang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tutup Suris. (bas)

Editor : Bahana.
#timsar #Gunungkidul #Nelayan #nelayan hilang