Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Potensi Keberangkatan 30 Persen, 92 CJH Kuota Cadangan Gunungkidul Jalani Verifikasi Keberangkatan 2026

Yusuf Bastiar • Senin, 1 Desember 2025 | 03:23 WIB
Kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Gunungkidul, Kloter 69 SOC di Taman Budaya Gunungkidul pada Kamis dini hari (3/7).
Kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Gunungkidul, Kloter 69 SOC di Taman Budaya Gunungkidul pada Kamis dini hari (3/7).
GUNUNGKIDUL - Sebanyak 92 calon jemaah haji (CJH) kuota cadangan telah melakukan proses verifikasi dan konfirmasi.
 
Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesiapan administrasi dan kesehatan jemaah cadangan yang berpotensi mengisi kekosongan kuota utama pada musim haji 2026.
 
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul Taufik Ahmad Soleh menyampaikan, jemaah yang masuk daftar cadangan perlu disiapkan lebih awal mengingat adanya kemungkinan perubahan komposisi kuota utama akibat berbagai faktor.
 
Baca Juga: Meriah! Melihat Andong Bersolek di Malioboro, Pelestarian Kendaraan Tradisional Kota Jogja Melalui Kontes Andong
 
“Jamaah cadangan dipersiapkan untuk mengisi slot apabila terdapat jamaah kuota utama yang tidak melunasi biaya haji, tidak istitha’ah kesehatan, atau menunda keberangkatan,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (30/11/2025).
 
Berdasarkan estimasi, Kabupaten Gunungkidul pada 2026 mendapatkan 332 kuota utama, 12 kuota prioritas lansia, dan 92 kuota cadangan.
 
Menurut Taufik, peluang jemaah cadangan untuk berangkat selalu ada dan cukup signifikan.
 
Baca Juga: Dewan Sebut Agenda Sport Tourism di Kota Jogja Belum Signifikan Dongkrak PAD, Dispar Justru Klaim Model Sistem Bundling Tiket Sudah Diterapkan
 
Berdasarkan pengalaman, persentase jemaah cadangan yang dipanggil berangkat berkisar 20-30 persen. 
 
“Namun semuanya tetap bergantung pada kondisi dan apakah ada kekosongan kuota dari jamaah utama,” katanya.
 
Dia meminta jemaah cadangan hendaknya mempersiapkan diri sejak dini. Tak hanya soal kelengkapan dokumen dan kesiapan kesehatan, aspek mental dan spiritual juga harus dipersiapkan.
 
Baca Juga: Wacana! Ditlantas Polda DIY Siapkan Skema Rekayasa Lalin Hadapi Nataru, Jalur Sudirman–Galeria Berpotensi Jadi Dua Arah: Ini Tujuannya..
 
“Ibadah haji adalah panggilan Allah SWT. Maka segala kemungkinan tetap bisa terjadi. Karena itu, jemaah cadangan perlu menyiapkan diri sembari menunggu keputusan pemerintah,” jelasnya.
 
Sementara itu, Pelaksana Seksi PHU Kemenag Gunungkidul Heris Purwoko menjelaskan, langkah awal alur teknis persiapan administratif bagi jemaah cadangan dimulai saat menyatakan kesanggupan mengikuti proses,
 
Setelah menyatakan sanggup, jemaah akan menandatangani surat pernyataan dan dijadwalkan mengikuti pemeriksaan istitha’ah kesehatan di RSUD Wonosari.
 
Baca Juga: Ze Valente Ungkap Tantangan Terberat di Super League dan Misi Utamanya untuk PSIM Jogja
 
Tahap berikutnya, jemaah menunggu informasi resmi mengenai jadwal pelunasan biaya haji. Heris menekankan pentingnya percepatan pengumpulan berkas.
 
“Paspor, data diri, dan kelengkapan lain yang sudah siap mohon segera diserahkan ke Seksi PHU. Berkas tersebut diperlukan untuk proses lanjutan berupa perekaman Bio Visa dan scan MRTD di Kantor Wilayah Kemenag DIY,” ujarnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kuota cadangan #Verifikasi #keberangkatan #Kemenag Gunungkidul #Haji 2026 #cjh